Penemuan ini berawal dari Veibe Wungkana (57), seorang warga setempat, yang melihat sesuatu mencurigakan saat membersihkan halaman rumahnya.
"Saya melihat ada tas plastik merah di saluran air. Awalnya takut untuk membuka, jadi saya langsung melaporkan ke Kepala Jaga III Desa Wolaang," tutur Veibe.
Kepala Jaga III, Heski Watuseke, segera mendatangi lokasi bersama sejumlah warga. Setelah plastik merah itu dibuka, mereka menemukan bayi perempuan dalam keadaan telanjang tetapi masih hidup. “Kami langsung melaporkan kejadian ini kepada Hukum Tua Desa Wolaang, Audi Wungkar, dan pihak Polsek Langowan untuk ditindaklanjuti,” ujar Watuseke.
Kapolsek Langowan, IPTU Edi Asri, segera bergerak cepat. Bayi tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Budi Setia Langowan untuk mendapatkan perawatan medis.
“Ini adalah tindakan keji yang menunjukkan kurangnya rasa kemanusiaan. Kami akan menyelidiki lebih lanjut untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab,” tegas Kapolsek.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi pelaku pembuangan bayi ini. Masyarakat setempat turut dikejutkan dan menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian yang melukai nilai-nilai kemanusiaan tersebut.
Penemuan bayi ini bukan hanya menjadi perhatian di tingkat lokal, tetapi juga mencerminkan pentingnya penguatan kesadaran masyarakat tentang perlindungan anak dan upaya pencegahan kejahatan serupa.(ler)