MANADOPOST.ID- William McKinley yang dipuji Donland Trump dalam pidato pelantikan presiden, merupakan sosok yang perluas wilayah Amerika Serikat sampai perbatasan langsung dengna Sulawesi Utara di Indonesia.
Di bawah pemerintahan William McKinley, Amerika untuk pertama kali memperoleh daerah-daerah di luar negeri, Yaitu Hawai, Filipina, Guam, Panama, dan Puerto Rico.
Guam dan Filipina adalah negara yang perbatasan langsung dengan Indonesia. Apalagi Filipina, sangat dekat dengan Indonesia khususnya Kabupaten Talaud di Provinsi Sulawesi Utara.
Jadi berkat Perjuangan Presiden ke-25 AS William McKinley, Amerika luasnya sampai di perbatasan Kabupaten Talaud Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Ekspansi sampai menguasai sebagian dunia yang dilakukan McKinley itu, dilakukan lewat perang seratus hari antara Amerika Serikat dan Spanyol yang berlangsung pada tahun 1898 berakhir dengan kemenangan Amerika.
Konflik ini dipicu oleh keinginan Amerika untuk membantu Kuba memperoleh kemerdekaannya dari Spanyol.
Dalam pertempuran yang terjadi, angkatan laut Amerika berhasil menghancurkan armada Spanyol di luar pelabuhan Santiago, Kuba. Kekalahan ini memaksa Spanyol mengakui keunggulan Amerika Serikat dan menyerahkan sejumlah wilayah penting, termasuk Puerto Riko, Guam, dan Filipina.
Kemenangan ini memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai kekuatan global yang semakin berpengaruh. Keberhasilan tersebut juga berkontribusi pada terpilihnya kembali Presiden William McKinley dalam pemilihan tahun 1900.
Namun, masa jabatan keduanya berakhir tragis ketika pada 6 September 1901, saat menghadiri pameran Pan American di Buffalo, New York, McKinley ditembak oleh Leon Czolgosz dalam sebuah acara resepsi.
Penembakan tersebut mengejutkan bangsa Amerika dan membawa dampak besar terhadap politik negara. Sekaligus menandai akhir dari kepemimpinan McKinley yang berperan penting dalam ekspansi Amerika Serikat di panggung dunia.
Donald Trump saat Pidato usai dilantik sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat, memuji kehebatan McKinley yang membuat Amerika bisa perluas negara adidaya tersebut.
Karena itu dalam pidatonya, Trump menegaskan rencananya untuk mengambil kembali Panama agar bisa kuasai Terusan Panama. Sebelum pelantikan juga, Trump sudah keluarkan pernyataan akan mengambil Greenland di sebelah Kanada. (*)