MANADOPOST.ID--Awal tahun 2025 Pemerintah Kota Tomohon menjamin kebutuhan petani akan pupuk bersubsidi.
Disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Daerah Kota Tomohon Karel Lala, secara keseluruhan stok pupuk bersubsidi yang tersedia di agen resmi yang ditunjuk pemerintah berjumlah kurang lebih 1.600 Ton. Jumlah tersebut kumulatif dari dua jenis pupuk yakni NPK dan Urea.
Bila mengacu pada kebijakan sebelum, terkait penetapan dan penyaluran pupuk bersubsidi. Karel Lala menyatakan, mekanisme penetapan alokasi jatah pupuk bersubsidi di tahun ini makin menjamin kebutuhan petani.
Pasalnya, bila sebelumnya waktu penetapan alokasi yang dilakukan oleh kementerian terkait, harus ditindaklanjuti dengan turunnya SK gubernur plus kepala daerah di tingkat kabupaten/kota. Beda dengan tahun ini, ketika kuota telah ditetapkan oleh kementerian, SK Pupuk Bersubsidi bisa langsung dikeluarkan oleh kepala dinas terkait.
"Proses penetapan alokasi pupuk bersubsidi sudah dilakukan pemerintah pusat sejak November lalu. Dulu ketika ditetapkan pemerintah pusat, harus ditindaklanjuti dengan SK gubernur setelahnya bupati/wali kota. Pupuk bersubsidi sudah tersedia di pengecer, karena begitu ditetapkan pemerintah pusat per 1 Januari lalu, langsung saya buatkan SK-nya," terang Karel Lala.
Belajar dari pengalaman sebelum, Karel Lala bilang, Pemerintah Kota Tomohon tentunya terus berkomitmen mendukung penuh eksistensi petani. Lebih lagi program Ketahanan Pangan, masuk prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Sembari menambahkan, untuk Kota Tomohon sendiri, pengalokasian pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi tiga jenis komoditi pertanian. Masing-masing Padi, Cabai dan Jagung.
"Kota Tomohon sesuai penetapan komoditi pertanian dari pemerintah pusat. Hanya mengakomodir tiga jenis saja, yakni Padi, Cabai dan Jagung," katanya.
Pihaknya pun berharap, di tahun berjalan ini, di tengah upaya mendukung program pemerintah pusat yakni pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG). Para petani di kota bunga diharapkan dapat memaksimalkan produksi. Selain sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan lokal, produksi hasil pertanian Kota Tomohon diproyeksikan turut berkontribusi bagi pemenuhan pangan di program MBG. (yol)
Editor : Julius Laatung