MANADOPOST.ID-- Gelaran Tomohon International Flower Festival (TIFF) siap menghentak medio Agustus mendatang.
Menariknya, sejak perhelatan festival bunga yang digadang-gadang terbesar di Indonesia ini. Baru di pelaksanaan ke-XIII ini, panitia pelaksana akan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI).
Tak pelak, optimisme dan keyakinan penuh, Kota Tomohon kedepannya bakal makin mendunia dan dikenal lewat sektor pariwisatanya. Plus potensi masuknya investor makin terbuka lebar. Kolaborasi perdana Pemkot Tomohon dan Bank Sentral, diproyeksi bakal bikin TIFF tahun ini spektakuler.
"Sepanjang perjalanan TIFF dilaksanakan sejak tahun 2008 silam, baru kali ini kita bekerja sama dengan Bank Sentral atau BI. Hal ini tentunya selain jadi kehormatan bagi kami, sekaligus menambah rasa optimisme dan percaya diri. Kedepannya Tomohon makin dikenal di mata dunia, berbanding lurus dengan masuknya investasi ke daerah ini," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kota Tomohon Judhistira Siwu, ketika diwawancarai Manado Post, Rabu (22/1).
Bukan tanpa sebab memang, pasalnya agenda berkelas semisal North Sulawesi Investment Forum (NSIF) dipastikan Judhistira, bakal jadi side event TIFF nanti. Berbagai diplomat atau perwakilan negara asing bakal melihat dari dekat seperti apa peluang investasi di Nyiur Melambai lebih khusus Kota Bunga.
"NSIF direncanakan sebelum Tournament of Flower atau parade bunga yang jadi Iven utama atau tanggal 8 Agustus. Dimana NSIF ini jadi ajang promosi potensi investasi di Sulut lebih khusus Tomohon. Ada juga sport tourism semisal Eco Run, lomba lari dengan trek memanjakan mata peserta. Jalur lintasannya melewati spot-spot pariwisata. ToF atau acara puncaknya direncanakan bergulir di tanggal 9 Agustus," beber Judhistira
Sebelumnya, Deputi Kepala BI Sulut Reynold Asri menyatakan, pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon tentunya tak asing dalam melaksanakan TIFF. Apalagi sudah ditetapkan jadi agenda tahunan Kementerian Pariwisata. TIFF yang sudah bergulir sejak tahun 2008 silam, punya kemiripan dan keunikan layaknya Festival Bunga di Pasadena.
"TIFF perlahan tapi pasti menjadi ikon festival bunga di Indonesia. Apalagi sudah ditetapkan sebagai calendar of event di kementerian terkait. Hal ini tidak hanya jadi ajang promosi kota dan segala keindahan potensi alam Tomohon. Namun lebih dari itu, TIFF jadi wadah daerah untuk mempromosikan produk, budaya, kearifan lokal dan keberagaman. Saya yakin kolaborasi ini dapat membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, tingkat perekonomian serta mendorong lahirnya UMKM di Kota Bunga," urai dia.
Selain menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara sistem pembayaran Bank Indonesia, sebagai Bank Sentral kata Reynold, juga punya tugas untuk menjaga stabilitas sistem keuangan yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
"Dalam konteks mendorong perekonomian yang berkelanjutan ini kami melihat bahwa kegiatan TIFF dapat mendorong perekonomian. Terutama perekonomian di Kota Tomohon maupun Sulawesi Utara sehingga kami merasa dengan peningkatan pariwisata tentunya itu bisa menaikkan kelas, meningkatkan daya saing daerah, menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan potensi-potensi ekonomi yang ada di kota Tomohon sehingga kalo kita lihat dari 12 kali pelaksanaan TIFF itu dapat meningkatkan tingkat hunian hotel, peningkatan penggunaan transportasi kemudian peningkatan lapangan pekerjaan. Dan juga peningkatan usaha-usaha UMKM dapat Tumbuh dengan adanya kegiatan TIFF . Bank Sentral berencana ingin menggabungkan TIFF dengan kegiatan Bank Indonesia bersama Pemprov yaitu North Sulawesi Investment Forum," terang Reynold.
Adapun diketahui, TIFF ke-XIII mengangkat tema Unite to be Great, Bersatu Untuk Menjadi Hebat
mengandung makna semangat persatuan dan semangat Rekonsiliasi, serta ajakan dan dorongan untuk bersatu padu dalam membangun Kota Tomohon. TIFF sendiri nantinya akan digelar pada tanggal 8-12 Agustus mendatang. (yol)
Editor : Julius Laatung