Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pangkas APBN, Presiden Prabowo Tergetkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen Terancam Hanya Mimpi di Siang Bolong

Tommy Waworundeng • Senin, 27 Januari 2025 | 08:21 WIB

Data terakhir BPS PE Nasional sampai Triwulan IV 2024
Data terakhir BPS PE Nasional sampai Triwulan IV 2024

MANADOPOST.ID-Presiden Prabowo tergetkan Pertumbuhan Ekonomi  Nasional 8 Persen terancam hanya akan jadi seperti mimpi di siang bolong.

Hal ini menyusul pemangkasan APBN 2025 yang sangat besar mencapai Rp306 triliun. Karena dampak APBN dipangkas, masyarakat kesulitan keuangan. Membuat  daya beli masyarakat melemah. Permintaan terhadap pasar turun.  Dampaknya, konsumsi masyarakat ikut turun. 

Jika konsumsi masyarakat turun, akan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sampai dengan triwulan III-2024, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).

Pertumbuhan ekonomi nasional itu dari sisi produksi, tertinggi disumbang oleh Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang mengalami pertumbuhan sebesar 9,29 persen.

Begitu juga  dari sisi pengeluaran, komponen PK-LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,10 persen. PK-LNPRT adalah Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga.

Pemangkasan Rp306 triliun APBN 2025, akan memperlambat  pertumbuhan ekonomi dari dua sisi. Dari sisi produksi, penghematan APBN ini akan melemahkan Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum.

Sisi kedua juga sama. Pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran, komponen  Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga, akan melemah.

Dua sisi lapangan usaha pembentuk pertumbuhan ekonomi itu, data terakhir BPS pada triwulan ketiga tahun lalu, merupakan penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Yaitu konsumsi dan makan minum.

Akibatnya pertumbuhan ekonomi keseluruhan akan melambat. Sehingga  Presiden Prabowo targetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen, terancam hanya akan jadi seperti mimpi di siang bolong.

Seharusnya pemerintah harus boros. APBN ditambah. Agar daya beli masyarakat naik. Konsumsi masyarakat ikut naik. Membuat permintaan pasar juga baik. Ketika Permintaan pasar tinggi, investasi akan berdatangan. Tanpa dinujuk pemerintah, investor asing akan berdatangan  karena melihat permintaan pasar dalam negeri Indonesia tinggi.  Begitu juga investor dalam negeri. Mereka akan berlomba lomba melebarkan sayap usaha untuk menguasai pasar.

Ketika investasi naik, maka laju pertumbuhan ekonomi juga tambah kancang.  Tidak hanya itu saja. Lapangan pekerjaan terbuka lebar. Sehingga angka pengangguran turun.  Membuat angka kemiskinan dan kriminalitas ikut turun.

Masyarakat punya daya beli. Pusat pusat perbelanjaan dan pasar kembali ramai. Rumah makan dan cafe tumbuh seperti jamur. Begitu juga UMKM.  Masyarakat dan dunia usaha dipastikan akan memiliki kelebihan uang, sehingga ada uang yang akan disimpan di bank.  Dunia perbankan pun kembali bergairah. BPR tumbuh seperti jamur.  Nilai uang yang tidak ada kenaikan sejak 2016, akan naik.  Sehingga masyarakat yang berinvestasi beli rumah seharga 250 juta tahun 2024, tahun 2025 ini harganya sudah naik minimal 10 persen. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#siang bolong #APBN #Pangkas #8 Persen #Mimpi #Presiden Prabowo #pertumbuhan ekonomi #terancam #naik #turun