MANADOPOST.ID- Terhitung mulai 6 Februari 2025, Wings Air resmi mengumumkan kembali operasional penerbangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Wings Air akan menghubungkan wilayah tersebut dengan Kabupaten Kepulauan Talaud dan Manado. Langkah ini memperkuat konektivitas intra-Sulawesi Utara serta memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat, pebisnis, dan wisatawan.
Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, penerbangan ini akan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, yang dirancang untuk melayani rute kepulauan dengan kondisi geografis unik seperti Sangihe dan Talaud.
Jadwal Penerbangan Mulai 20 Maret 2025
Penerbangan akan beroperasi setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu dengan jadwal yang ada.
Manfaat Rute Baru bagi Masyarakat dan Wisatawan:
Kemudahan Mobilitas Antarwilayah
Rute ini mempermudah perjalanan masyarakat dari Sangihe dan Talaud ke Manado, pusat fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi di Sulawesi Utara. Bagi pebisnis, konektivitas yang lebih baik membuka peluang ekspansi usaha dan pertumbuhan ekonomi.
Akses ke Kota-Kota Besar
Dari Bandara Sam Ratulangi Manado, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai kota besar seperti Ternate, Makassar, Balikpapan, Surabaya, Jakarta, dan Bali.
Dukungan untuk Sektor Pariwisata
Wisatawan kini dapat lebih mudah menjangkau destinasi unggulan seperti Gunung Awu, Pantai Tahuna, dan berbagai kekayaan budaya di Sangihe dan Talaud, yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun internasional.
Dijelasake Danang Mandala,
Kemudahan dalam Perjalanan
Wings Air menghadirkan layanan pemesanan tiket melalui aplikasi BookCabin serta program loyalitas CabinClub yang memberikan berbagai keuntungan, seperti diskon tiket dan promo eksklusif.
"Dengan beroperasinya kembali Wings Air di Sangihe, diharapkan aksesibilitas dan perekonomian daerah semakin berkembang, serta sektor pariwisata semakin tumbuh dengan baik," harap Lio Air lewat Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro. (*)
Editor : Tommy Waworundeng