Kemunculan Daeng Anpes di Amurang langsung membuat heboh. Ribuan warga menyambut Daeng Anpes yang sedang berjuang memecahkan rekor MURI jalan kaki Makassar-Manado sejauh 1.800 kilometer.
Jika tak ada aral melintang, ia akan finis di Manado pada Senin (10/2) lusa. Zero Point akan jadi lokasi finish pria bernama lengkap Andi Muhammad itu.
‘’In Shaa Allah hari Senin saya sudah akan masuk Manado. Mohon doa restunya dari seluruh warga Pulau Sulawesi. Hingga tiba di Amurang, Minsel, alhamdulillah saya tidak punya hambatan berarti selama dalam perjalanan,’’ ujar pria yang memulai perjalanannya sejak September 2024 itu.
Dengan bekal seadanya, Daeng Anpes terhitung sudah lebih dari 130 hari menjelejahi rute Trans Sulawesi. Selain smbil jalan ia membuat konten kemanusiaan, pria Maros ini hendak membuktikan kepada dunia bahwa orang Sulawesi ramah-ramah dan pnuh rasa kekeluargaan. ‘’Saya sudah melewati puluhan kota, ratusan desa, tidak pernah ada yang mengganggu, malah saya dibantu. Inilah bukti bahwa pulau kita tercinta, mulai dari ujung Selatan hingga Utara sangat aman dan damai. Pulau kita layak jadi lokasi pariwisata,’’ tegas Daeng Anpes, seperti yang ia tururkan kepada temannya di Manado, Baso Affandi.
Daeng Anpes memberi pelajaran berharga yang jauh lebih dalam daripada sekadar pencapaian fisik. Ada pesan moral yang lebih besar yang ia lontatarkan. Bahwa jika tekad sudah bulat, tak ada yang bisa menghalangi. Tantangan alam ia taklukan dari kota Daeng hingga hampir mendekati kota Bersehati Manado.
Lelaki 29 tahun ini berharap ia akan finish di Zero Point dan diizinkan pemerintah kota untuk sejenak merenungi perjalanannya yang memakan waktu empat bulan setengah.
‘’Saya akan istirahat sejenak di perbatasan Minahasa dan Manado, dan menunggu saat yang tepat untuk jalan ke pusat kota menuju Zero Point pada Senin lusa,’’ tukasnya.
Pria satu anak ini tidak punya niat muluk-muluk. Ia berharap aksinya jalan kaki dari Mkassar-Manado dijadikan Pelajaran berharga bagi semua orang Sulawesi. Bahwa tanah Sulawesi adalah tanah yang ramah kepada siapapun.
‘’Dari Sulses, Sulbar, Sulteng, Gorontalo, dan kini di Sulut, saya Jalani dengan hati senang dan alhmdulillah fisik saya semakin kuat. Sekali lagi mohon doa restu, semoga saya bis finis di Zero Point Manado Senin lusa dalam keadaan sehat walafiat. Halo Manado, saya datang,’’ pekiknya.
Sekadar catatan, Daeng Anpes jalan dari Makassar-Manado dengan mendorong argo, mendukung tas punggung. Kadang bersepatu, lebih banyak memakai sendal. ‘’Terima kasih kepada warga Amurang dan Minsel. Saya terharu disambut luar biasa. Ditemani dan diberi banyak sekali bantuan. Luar biasa orang Minahasa. Inilah salah satu prototipe penghuni pulau Sulawesi. Selalu ramah dan senang menyambut siapapun yang datang. Sampai jumpa di Manado,’’ koarnya.(bonz)
Editor : Tanya Rompas