MANADOPOST.ID- Direktur Manado Post Tommy Waworundeng mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan Pertumbuhan Ekonomi (PE) 8 Persen dengan PDRB Rp210 Triliun agar masyarakat Sulut sejahtera.
"Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan Ekonomi Nasional adalah 8 persen. Menselarasakan dengan target nasional, Sekretaris Provinsi Stiv Kapel juga mendorong target PE Sulut 8 persen. Karena dengan PE 8 persen dan PDRB di atas 200 triliun, masyarakat Sulut akan sejahtera dengan income per kapita mendekati Rp80 juta," kata Tommy Waworundeng ketika diminta oleh Bappeda Provinsi sebagai penanggap pertama pada Rapat Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026.
Tahap awal RKPD 2026 ini, dilangsungkan dalam forum konsultasi publik, melibatkan para pihak terkait di aula Bappeda Sulut, Rabu (13/2).
Sebelumnya 3 Kepala Badan memaparkan materi terkait rencana kerja pembangunan daerah, terkait pendapatan daerah, dan terkait belanja daerah.
Materi RKPD 2026 dipaparkan oleh Kepala Bappeda Elvira Katuuk, Kerangka Keuangan Daerah oleh Kepala BKAD Clay Dondokambey dan materi ketiga Kerangka Pendapatan Asli Daerah dijelaskan oleh Kepala Bependa June Silangen.
Selanjutnya tanggapan oleh dua penanggap. Penanggap pertama Direktur Manado Post Tommy Waworundeng dan penanggap kedua Prof Bet El Silisna Lagarenseng, perwakilan akademisi.
Direktur Manado Post ini, di hadapan ratusan peserta yang hadir secara daring serta luring ini, memberi tanggapan RKPD 2026 harus menargetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 persen. "Sekprov Sulut Pak Charles Kepel saat membuka kegiatan ini, mendorong agar target PE 8 persen. Ini juga selaras dengan target PE nasional yang sudah disampaikan Presiden Prabowo yakni 8 persèn. Karena dengan Pertumbuhan Ekonomi 8 persen, Sulut akan maju dan masyarakat sejahtera," kata Waworundeng.
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di angka 8 persen tahun 2026 mendatang, harus naikkan PDRB (produk domestik regional bruto).
Dirinya menjelaskan bahwa PDRB harus ditargetkan mencapai Rp210 triliun. Atau ketambahan sekitar 20 triliun dibanding PDRB saat ini.
"Bagaimana cara mencapai target ini? Dengan memperhatikan 16 lapangan usaha pendorong pertumbuhan ekonomi. Saat ini posisi sekitar Rp180 triliun untuk PDRB Sulut. Maka tahun 2026 minimal di Rp200 triliun. Muaranya akan berdampak pada meningkatnya income perkapita atau kesejahteraan masyarakat Sulut," jelas Waworundeng.
Untuk meningkatkan PDRB di atas Rp200 triliun, atau ketambahan paling kurang Rp20 Triliun, harus memperhatikan 16 lapangan usaha penggerak perekonomian daerah.
"16 lapangan usaha sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Terbesar LU pertanian, kehutanan dan perikanan. Posisi kita di 2023, Rp35 triliun sumbangsih ke PDRB Sulut dari sektor ini. Atau sekitar 20 persen ekonomi Sulut bergantung dari sektor pertanian. Lapangan usaha ini yang digenjot oleh seluruh pihak . Perhatikan komoditi andalan Sulut. Tetapi pertanian perkebunan perikanan ini juga harus diarahkan ke lapangan usaha industri pengolahan," jelas Waworundeng.
Direktur Manado Post juga menanggapi soal pertambangan di Sulut yang menjamur. Tapi banyak yang ilegal. "Pertambangan jika legal, bisa memberi sumbangsih buat PE Sulut," ujar Tommy Waworundeng.
Waworundeng juga mendorong agar Sulut maju itu harus segera dicapai. Sulut harus menjadi daerah maju.
Kalau membaca teori ekonomi pembangunan WW Rostow menurut Waworundeng, bumi nyiur melambai masih tahap pertama dari lima tahapan pembangunan. "Karena masih bergantung pertanian, yakni masyarakat masih tradisional. Sudah sekian tahun kita masih bergantung kepada pertanian," terangnya.
"Maka RKPD 2026 dan seterusnya, harus dikembangkan dalam bentuk industri pengolahan. Agar setelah lima tahun kedepan, kita sudah bisa menanjak. Bukan lagi bergantung ke pertanian namun sudah jadi daerah industri," tambahnya.
Dengan demikian, untuk Sulut emas menuju Indonesia emas tahun 2045 akan tercapai. "Jadi bagaimana melompat ke tiga tahapan perekonomian pembangunan, untuk menuju negara maju sesuai target Presiden Prabowo Subianto. Tahapannya sudah harus mulai dari tahun 2025 ini, sudah tergambar Sulut akan menuju kesana," tegasnya lagi.
Tommy Waworundeng mengatakan, kalau mau SWOT, Sulut punya keunggulan sebagai pintu gerbang di Asia Pasifik. Keunggulan ini bisa dimanfaatkan Sulut untuk mengekspor hasil pangan ke China, Jepang, Korea untuk produksi pertanian, perkebunan, perikanan (bahan pangan) yang sudah diolah.
"Sulut bisa jadi lumbung pangan negara negara di Asia Pasifik. Sulut bisa ekspor bahan pangan yang sudah diolah. Ketika ekspor naik, neraca perdagangan akan surplus sehingga bisa menambah GDP atau PDRB. Jika PDRB Sulut tinggi, otomatis pendapatan atau income per kapita masyarakat Sulut akan ikut naik. Masyarakat Sulut akan sejahtera," jelas Direktur Manado Post Tommy Waworundeng. (rez)
Editor : Reza Abdilah