Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

PE Sulawesi Utara Ditargetkan 8 Persen di 2026, Sektor Pertanian, Perikanan dan Pariwisata Jadi Ujung Tombak, Simak Penjelasan Sekprov Steve Kepel

Reza Abdilah • Jumat, 14 Februari 2025 | 23:22 WIB
Momentum Forum Konsultasi Publik RKPD 2026 yang dibuka Sekprov Steve Kepel
Momentum Forum Konsultasi Publik RKPD 2026 yang dibuka Sekprov Steve Kepel

 

MANADOPOST.ID- Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tahun 2026 mendatang ditargetkan ada di angka 8 persen. Hal ini selaras dengan target nasional yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Maka pemerintahan bumi nyiur melambai berupaya untuk merealisasikannya di tahun depan.

Salah satunya dengan menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, Rabu (12/2). Berlangsung di ruang Sam Ratulangi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut, dihadiri langsung para pihak terkait lainnya.

Dibuka langsung Sekprov Sulut Steve Kepel didampingi Kepala Bappeda Elvira Katuuk, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026.
Nampak dari berbagai stekholder pembangunan turut serta memberikan masukan dan tanggapan untuk kemajuan provinsi Sulawesi Utara.

Ada Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulut Lukman Lapadengan dan Kepala Bapenda June Silangen dari sisi eksekutif. Kemudian ada Direktur Manado Post Tommy Wawoundeng. Untuk akademisi diwakili Prof Charles Kepel dan Prof Bet El Silisna Lagarenseng. Serta perencana Ahli Utama Jenny Karouw.

Maka dalam kesempatan tersebut, Sekprov Kepel menegaskan bahwa masih ada selisih 2,7 persen untuk mencapai target tersebut. "Target pertumbuhan ekonomi kita meningkatkan sampai 8 persen. Sekarang bagaimana jomplangnya keberadaan pertumbuhan ekonomi yang hanya 5,3 persen, bisa jadi 8 persen. Ada 2,7 persen selisih yang harus kita kejar," tegasnya.

Untuk itu, dirinya menegaskan untuk memaksimalkan seluruh potensi yang ada. "Jadi 2,7 gapnya ada dimana? Potensi Sulawesi Utara ada di bidang perikanan dan pertanian. Maka angka ekspor kita harus tingkatkan, agar neraca perdagangan kita akan meningkat. Ekspor hasil pertanian harus ditingkatkan," ungkapnya.

Menurutnya ini semua perlu dirumuskan dalam RKPD tahun 2026. "Kemudian sektor-sektor teknis lainnya. Termasuk rencana pak Gubernur, bagaimana peningkatan pariwisata betul-betul menjadi tulang punggung ekonomi di Sulawesi Utara," terangnya termasuk sektor pariwisata. "Yang disebut pariwisata adalah tidak lepas dari penerbangan-penerbangan langsung. Akan digiatkan tambahan penerbangan langsung dari Cina atau negara di Asia Timur lainnya," tambahnya.

Pola kerjasama ini perlu dilibatkan, ungkap Kepel, supaya pertumbuhan jalur penerbangan baru ini, dapat terealisasi. "Dan yang harus kita buat adalah segala sesuatu tidak harus bermuara pada nilai alokasi anggaran. Betul ada konsekuensi anggaran, namun tidak semuanya harus penambahan anggaran," katanya lagi menambahkan perlu dipikiran inovasi dalam peningkatan destinasi pariwisata ini, agar dapat terealisasi. "Semua diidentifikasi. Sektor penunjang pariwisata juga didata. Sebab saat ini sektor pembangunan hotel pariwisata di Manado sangat baik," tegasnya.

Pasalnya ini merupakan bagian dari kemampuan untuk menampung wisatawan dalam jumlah yang masif. Sebab fasilitas hotel dan pendukung lain sudah tersedia. "Ini dimaksudkan untuk penciptaan ruang baru bagi pembangunan Sulawesi Utara. Bersama juga sektor lain yang berinvestasi pada kemajuan Sulawesi Utara," katanya sembari mengatakan untuk teknisnya oleh Bappeda. "Saya berharap Forum konsultasi publik ini, atas RKPD dapat berlangsung baik. Mengakomodir sektor-sektor unggulan, sektor-sektor prioritas yang diinginkan oleh pemerintah pusat. Termasuk peralihan kepemimpinan di Sulut," terangnya.

Juga untuk beradaptasi dengan pemimpin yang baru. "Sebab kita di minggu depan sudah Gubernur baru. Maka wajib kita beradaptasi. Wajib kita berasimilasi dengan segala kebijakan prioritas yang baru. Gambaran umumnya adalah sektor-sektor unggulan kita bertumpuh pada pertanian, perikanan dan pariwisata. Menjadi perhatian bersama disamping sektor lain. Termasuk pendidikan dan kesehatan," tegasnya lagi.(rez)

 

Editor : Reza Abdilah
#8 Persen #sulawesi utara #pertumbuhan ekonomi