MAMADOPOST.ID – Harga cengkih di Manado, Sabtu (15/2), mengalami lonjakan signifikan, menembus Rp114 ribu per kilogram untuk cengkih kering.
"Iya betul harga cengkih sekarang membaik. Mencapai 114 ribu per kilogram," kata pembeli cengkih beberapa gudang pembelian cengkih di Manado.
Kendati sebelumnya pekan lalu, harga masih di angka Rp110 ribu per kilogram. Bahkan Januari harga masih di angka Rp104 ribu per kilogram kering. Tapi akhir pekan ini harga melonjak menembus angka Rp114 ribu per kilogram.
Akan tetapi sangat disayangkan, kenaikan harga ini justru tidak memberikan keuntungan bagi petani. Petani tidak menikmati harga yang sangat tinggi ini. "Percuma naik kalau yang nikmati bukan lagi kami petani cengkih," ujar Jhony, petani cengkih di Kabupaten Minahasa.
Pasalnya, stok cengkih di tangan petani sudah habis sejak Desember 2024 lalu. "Kami terakhir jual cengkih pas mau Natal," tambah Jhony.
Pada Februari 2025 ini, mereka sudah tidak memiliki cengkih untuk dijual, sehingga yang menikmati keuntungan dari lonjakan harga hanyalah para pedagang dan pengepul.
Petani lainnya di Manado mengungkapkan bahwa mayoritas petani telah menjual hasil panen mereka beberapa bulan lalu dengan harga yang lebih rendah.
"Kami sudah jual cengkih sejak akhir tahun lalu. Sekarang harga naik, tapi petani tidak bisa menikmati keuntungan itu karena sudah tidak punya stok," keluh petani lainnya yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini menunjukkan ketidakberuntungan petani cengkih yang harus menghadapi fluktuasi harga yang tidak berpihak kepada mereka.
Saat panen raya, harga cengkih cenderung turun, tetapi ketika stok habis di tingkat petani, harga justru meroket.
Pelaku usaha di sektor pertanian berharap ada kebijakan yang dapat membantu petani agar bisa menyimpan hasil panen mereka dengan lebih lama atau memiliki sistem penjualan yang lebih menguntungkan. Tanpa itu, situasi seperti ini akan terus terjadi, di mana petani bekerja keras, tetapi keuntungan terbesar tetap berada di tangan para pedagang. (*)
Editor : Tommy Waworundeng