MANADOPOST.ID - Sulawesi Utara (Sulut) semakin membuktikan diri sebagai gudang atlet E-Sport berbakat yang mampu bersaing di kancah nasional hingga internasional.
Puluhan pemain asal Bumi Nyiur Melambai telah menembus level tertinggi di dunia E-Sport, bergabung dengan tim-tim raksasa seperti Rex Regum Qeon (RRQ), Onic Esports, dan Evos Esports.
Nama-nama seperti Schevenko Tendean (Skylar), Yesaya Omega Armando Wowiling (Xin), dan Nicky Fernando Pontonuwu (Kiboy) menjadi ikon Sulut di ajang Mobile Legends. Tak hanya itu, di cabang PUBG Mobile, ada Alan Reynold Kumaseh (Satar) yang terus menampilkan performa gemilang dan menembus berbagai kompetisi bergengsi.
Prestasi mereka bukan hanya sekadar kebanggaan daerah, tetapi juga menginspirasi generasi muda Sulut untuk menekuni dunia E-Sport secara profesional.
Salah satu ikon E-Sport asal Sulut, Yesaya "Xin" Wowiling, berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan E-Sport, terutama dalam menyediakan kompetisi skala nasional bagi para atlet muda berbakat.
"Sulut punya banyak pemain potensial yang bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional. Saya berharap pemerintah lebih aktif mengadakan turnamen skala besar agar atlet-atlet muda punya kesempatan berkembang dan membuktikan kemampuan mereka," ujar Xin dalam wawancara eksklusif.
Menurutnya, perkembangan E-Sport tidak bisa dianggap remeh. Di era digital saat ini, E-Sport bukan hanya sekadar permainan, tetapi telah menjadi industri besar yang melahirkan atlet profesional, pelatih, analis, hingga content creator. Jika difasilitasi dengan baik, E-Sport bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi generasi muda di Sulut.
Ketua Harian Pengurus Besar E-Sport Indonesia (ESI) Sulut Rio Dondokambey, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian para atlet Sulut yang telah menorehkan prestasi di berbagai ajang bergengsi.
"Kami bangga dengan semua atlet E-Sport Sulut yang berkarier di tingkat nasional maupun internasional. Mereka membuktikan bahwa Sulut memiliki talenta besar di dunia E-Sport. Kami berharap akan ada lebih banyak lagi anak muda yang bisa mengikuti jejak mereka," ujar Rio.
Ia menegaskan bahwa ESI Sulut akan terus berupaya mencetak generasi baru atlet E-Sport melalui berbagai program pembinaan, termasuk turnamen dan pelatihan bagi pemain muda berbakat. Dengan semakin berkembangnya ekosistem E-Sport, ia optimistis Sulut bisa menjadi pusat lahirnya bintang-bintang baru di dunia kompetitif gaming.
Kesuksesan Skylar, Xin, Kiboy, dan Satar membuktikan bahwa E-Sport bukan sekadar hobi, tetapi juga profesi yang menjanjikan. Dengan perkembangan industri gaming yang semakin pesat, peluang bagi anak muda Sulut untuk berkarier di dunia E-Sport terbuka lebar.
Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana pemerintah daerah dan pihak terkait dapat menyediakan infrastruktur, kompetisi, serta dukungan penuh agar lebih banyak atlet E-Sport dari Sulut bisa bersaing di tingkat global. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin Sulut akan menjadi kiblat baru industri E-Sport di Indonesia.
Dengan talenta yang terus bermunculan, Sulut bukan hanya dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya dan pariwisata, tetapi juga sebagai gudang bintang E-Sport masa depan. (***)
Editor : Baladewa Setlight