Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ternyata Sudah 16 Tahun CTI-CFF Ada, Kantor 6 Negara Berdiri Kokoh di Manado, Sulawesi Utara, Apa Yang Dilakukan Selama Ini?

Reza Abdilah • Minggu, 9 Maret 2025 | 11:29 WIB
Gedung CTI-CFF di Manado
Gedung CTI-CFF di Manado


MANADOPOST.ID- Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) kini telah ada di tahun ke 16. Sepanjang periode tersebut, 6 negara berkomitmen untuk menjaga kelestarian terumbu karang, ketahanan pangan dan perikanan.

Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Kepulauan Solomon dan Papua Nugini, yang sejak 2009 silam, mengikrarkan komitmen yang ada dari Manado, Sulawesi Utara. Maka di belasan tahun berlalu saat ini, konsistensi masih terus terjaga. Tiap tahunnya, dengan upaya yang sama serta berbagai program diimplementasikan.

Halnya disampaikan CTI-CFF Regional Secretariat, Executive Director Dr Frank Keith Griffin, dalam momentum buka puasa bersama, Jumat (7/3). "Terima kasih dan apresiasi dalam menyebarkan pesan kami kepada masyarakat luas, sehingga kini lebih dikenal masyarakat Sulut. Kedepan akan juga bekerjasama untuk mengenalkan CTI-CFF di Sulut, melihat betapa indahnya terumbu karang," katanya saat bersama para media di kantor CTI-CFF di Manado.

Ditambahkan CTI-CFF Regional Secretariat, Deputy Executive Director for Corporate Services Hanung Cahyono, kaitan pelaksanaan kegiatan di tahun 2024 lalu. "Pada tahun 2024 melaksanakan City Day di bulan Juni. Mulai dari kegiatan festival underwater dan rangkaian lainnya. Juga di tutup dengan Internasional Conference on Sustainable Coral Reefs," katanya.

Lanjutnya menjelaskan kegiatan CTI-CFF di tahun 2025. "Ini tahun ke 16 CTI-CFF. Berhubung dengan 6 negara. Kantor internasional yang berhubungan dengan 6 negara. Disepakati dan implementasikan di masing-masing negara," terangnya. "Di tahun 2025 ini, akan melakukan berbagai hal secara administratif di era digitalisasi. Juga akan mempunyai kegiatan teknis. Implementasi kebijakan 6 negara dilakukan di masing-masing negara," tambahnya.

Sementara itu, Christovel Rotinsulu, CTI-CFF Regional Secretariat, Deputy Executive Director for Program Services mengatakan terumbu karang, ketahanan pangan dan perikanan, adalah bagian dari CTI-CFF. "Merupakan kerjasama multilateral, agar biasa menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati laut yang akan mendukung mata pencaharian masyarakat dalam waktu yang panjang," tegasnya.

Tak hanya itu, katanya lagi, juga untuk memastikan kesehatan terumbu karang, ekosistem laut yang dapat menopang ketahanan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini dari dampak perubahan iklim. "Lewat kerjasama 6 negara dan didukung para pihak, ada 5 hal teknik. Bagaiamana menyelesaikan isi pengelolaan kawasan konservasi. Bagaimana mencari solusi pelestarian terancam punah. Bagaimana bisa memikirkan pengelolaan berkelanjutan lewat pendekatan eksistem. Bagaimana negara-negara anggota untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim, agar memastikannya sumber daya pangan dari laut tetap terjaga," tegasnya lagi.(rez)

Editor : Reza Abdilah
#CTI CFF #sulawesi utara #Coral Triangle