“Tadi sempat ada debt collector mau beraksi lagi. Sudah tidak pakai mobil silver seperti yang viral diberitakan Manado Post, tapi sudah ganti mobil hitam, terus petugas kami langsung usir dari Kawasan Megamas,” ungkap Manajer Operasional Kawasan Megamas Faizi Puja Sukmana kepada Manado Post, Selasa (25/03/2025).
Dalam berita sebelumnya, Pengelolah Kawasan Megamas Manado merespon pemberitaan Manado Post Online, terkait kasus aksi debt collector (DC) di parkiran MTC Manado.
Ditegaskan Manajer Operasional Faizi Puja Sukmana, pihaknya tidak pernah bekerja sama dengan debt collector seperti yang dituding netizen.
“Kami sebenarnya cukup prihatin dengan (aksi) para debt collector ini. Mungkin yang viral ini adalah kasus yang kesekian kalinya yang kami temukan di lapangan,” ungkap Faizi kepada Manado Post, Selasa (25/03/2025).
“Yang sebelumnya juga beruntun kami temukan juga. Sebenarnya kami sudah antisipasi karena kami sudah dibekali dengan edukasi, bahwa sebagai pengelola Megamas tetap bertanggungjawab atas kendaraan-kendaraan yang di parkir di Megamas ini,” tambahnya.
“Nah jika ada pengambilan paksa oleh orang yang tidak berkompeten, kami mempertahankan itu mobil. Kejadian yang terakhir itu mereka sampai ribut-ribut, kami tahan di sini itu kendaraan pelanggan (karena mau ditarik debt collector). Itulah contoh kepedulian kami agar debt collector agar tidak bisa sewenang-wenangnya dalam pengambilan mobil-mobil yang ada di Kawasan Megamas,” lanjutnya.
Masih dijelaskan Faizi, “Tim kami sebenarnya ada untuk mengantisipasi terjadinya pengambilan paksa itu. Kami selalu berkoordinasi dengan pihak berwajib, pasti kami selalu berkoordinasi kalau kejadian di lapangan,” jelasnya.
"Jadi apa yang dituduhkan masyarakat, kami bekerja sama dengan debt collector, itu tidak benar. Kami tahu hukum. Tim kami juga sudah di-briefing dan diberikan petunjuk bagaimana menangani masalah,” tegas Faizi.
Pihaknya juga mengaku selalu berkoordinasi dengan kepolisian. “Pernah mereka datang yang terdekat Polresta. Mengambil alih masalah ini. Satu kali itu ada mobil yang diambil alih ya oleh kedua belah pihak ini, itu sampai kami tahan mobilnya di depan pertashop. Itu mereka sudah derek. Kami tetap mempertahankan prosedur, mereka masuk Megamas itu dengan benar, dia punya tiket, tapi karena dia merasa memiliki juga kendaraan, akhirnya kami serahkanlah kepada pihak kepolisian. Nah pihak kepolisianlah yang menengahinya. Akhirnya mobil itu tetap kami tahan, esok paginya setelah ada pertemuan, secara hukum dokumen mereka sudah jelas, baru mobil itu mereka derek keluar. Tugas kami selesai,” jelas Faizi.
“Kami harapkan dari pihak leasing kalau bisa jangan dipergunakanlah jasa ini. Karena kemarin juga ada pameran di sini, perusahaan-perusahaan leasing, saya tanya apakah bapak menyimpan orang-orang debt collector untuk menarik kendaraan? (Mereka jawab) tidak. Sekarang kalau dari pihak leasing masih memberikan peluang memberikan jasa, pasti ini akan terjadi. Jadi akarnya yang perlu kita basmi,” pungkasnya.
Ditambahkan Saihil, Area Manajer Secure Parking Kawasan Megamas, “Jadi memang untuk beberapa kali sering terjadi kejadian seperti ini, itu pernah dari finance pernah berkonflik dengan kita, karena memang prosedur yang kita berikan itu lumayan mempersulit mereka gara-gara kita di sini melindungi customer, yang kita layani itu customer,” ungkapnya.
“Jadi ketika customer memasukkan kendaraan ke dalam, itu jadi tanggungjawabnya kita. Jadi ketika ada pihak lain yang menganggap ini kendaraan mereka, itu tanggungjawab mereka lalu mereka tarik, itu tidak kita langsung berikan. Masih ada beberapa prosedur yang harus kita lakukan,” ungkapnya lagi.
Menurutnya, pengelola selalu bertindak profesional. “Selalu saya berikan edukasi kepada customer yang terlibat masalah itu, saya bilang kendaraan-kendaraan yang kalian masukan di sini sudah pasti aman. Sekalipun keluar kita bisa tahu track record-nya ke mana,” pungkasnya.(gnr)
Editor : Grand Regar