MANADOPOST.ID--Ramoy Markus Luntungan (RML) resmi menjadi Komisaris Utama Bank Sulut Gorontalo (BSG) periode 2025-2030.
Kepastian RML menjadi Komut BSG berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar Rabu (9/4).
Diketahui, RML merupakan Ketua Tim Kampanye untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling dan Victor Mailangkay (YSK-Victory), yang berhasil memenangkan Pilgub Sulut pada tahun 2024.
Sementara itu, RML lahir pada 19 November 1952, Suami Hetty Mawuntu ini memulai karier birokratnya sebagai Staf Kantor Camat Kauditan pada tahun 1975. Ia kemudian menjabat sebagai Kasubag Penyelenggaraan Pemilu di Kecamatan Kauditan pada tahun 1977.
Kariernya terus berkembang dengan menjabat sebagai Staf Sekretariat Wilayah Daerah (Sekwilda) Tingkat II Minahasa antara tahun 1977 hingga 1980.
Pada periode yang sama, ia juga menjalani tugas belajar di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta. Setelah kembali, Luntungan menjabat sebagai Camat Kauditan (1981–1983), Camat Bitung Tengah (1983–1989), dan Sekretaris Kotif Bitung/Pj.
Sekwilda Kodya Bitung (1989–1990). Ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum dan Kesejahteraan Sekwilda Minahasa (1990–1993), serta Camat di beberapa wilayah seperti Dimembe, Airmadidi, dan Wori pada tahun 1993.
Antara tahun 1997 hingga 1998, ia menjabat sebagai Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Provinsi Sulawesi Utara, sebelum menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa (1998–2003).
Pada tahun 2003, Luntungan diangkat sebagai Pejabat Bupati Minahasa Selatan, dan kemudian terpilih sebagai Bupati Minahasa Selatan periode 2005–2010.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Ini Susunan Direksi dan Komisaris Baru BSG Periode 2025-2030
Diketahui, Hasil RUPS BSG mengangkat Ramoy Markus Luntungan sebagai Komisaris Utama, sementara di posisi Komisaris ada nama Jacklyn Koloay, Sam Sachrul Mamonto, Djafar Alkatiri dan Max Kembuan.
Untuk susunan jajaran direksi, tetap sama. Direktur Utama tetap Revino Pepah, Machmud Turuis, Pius Batara, Joubert Dondokambey dan Louisa Parengkuan.
Jajaran Direksi ini masih tetap dipertahankan, karena berdasarkan SK pengangkatan mereka harus bertugas sampai tahun 2026 mendatang. (ayu/mpo)
Editor : Clavel Lukas