MANADOPOST.ID - Sejarah baru kembali ditorehkan dalam perjalanan panjang Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Pada Senin (14/4), GMIM resmi diakui dan menjalin kerja sama dengan Presbyterian Church di Amerika Serikat.
Pencapaian ini menandai tonggak penting bagi GMIM menuju status sebagai gereja global, setelah melalui perjuangan panjang selama sembilan tahun.
Pengakuan ini bukan diraih dengan mudah. Berbagai tantangan, tekanan, bahkan cibiran pernah mewarnai perjalanan ini. Namun, di tengah segala keterbatasan dan badai yang menerpa, satu nama muncul sebagai tokoh sentral dalam sejarah ini, Pdt. Hein Arina, T.HD.
Dengan ketekunan, kerendahan hati, dan keteguhan iman, Pdt. Hein Arina berhasil menjalin relasi yang erat dengan Presbyterian Church of America, membangun kepercayaan, hingga akhirnya GMIM diterima dan diakui secara resmi.
Langkah ini bukan hanya pencapaian personal, tetapi kemenangan seluruh jemaat GMIM di mana pun berada.
“Sekitar sembilan tahun tinta emas itu berdiam di penanya, dan hari ini tangan kokoh penuh integritas dari Pdt. Hein Arina berhasil menorehkan sejarah bagi gereja besar ini,” tulis Minda Tangkuman, jemaat GMIM yang memberikan laporan langsung dari Amerika Serikat.
Ucapan syukur, apresiasi, dan rasa bangga pun membanjiri dunia maya, sebagai wujud cinta dan dukungan dari para jemaat terhadap pemimpin rohani yang dianggap sebagai "ayahanda GMIM." Bagi mereka, Pdt. Hein Arina bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga pahlawan iman yang rela berkorban demi masa depan gereja.
Kini, dengan status sebagai gereja global, GMIM membuka babak baru dalam pelayanannya. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat peran GMIM dalam memberitakan injil ke berbagai belahan dunia, sejalan dengan visi gereja yang terus bertumbuh dalam kasih dan pelayanan.
Tuhan memberkati GMIM. Tuhan memberkati Pdt. Hein Arina. Soli Deo Gloria! (*)
Editor : Toar Rotulung