MANADOPODT.ID- Selasa (15/4) tadi, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengungkapkan pernyataan menarik.
Dimana, dirinya memastikan, wakil Gorontalo sebagai bagian dari pemegang saham di PT Bank Pembangunan Daerah Wilayah Sulut dan Gorontalo (BSG) akan mendapatkan jatah Komisaris dan Direksi.
Kepastiaan ini disampaikan usai menerima kunjungan Direktur Utama BSG Revino Pepah. Dambea, membocorkan hasil dari pertemuan itu, dimana, pihak BSG yang diwakili Dirut Revino Pepah menawarkan dua posisi strategis bagi putra-putri daerah.
Ia menyebut, Direksi BSG mmemiliki komitmen untuk memberikan ruang bagi keterwakilan Gorontalo dalam struktur manajemen.
“Dirut BSG tadi sudah datang. Pertama, menawarkan kursi komisaris dan direksi untuk diduduki orang Gorontalo. Kita diminta mengusulkan dua nama,” bebernya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penambahan ini tidak akan menggeser posisi komisaris yang telah ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), melainkan menambah satu kursi di masing-masing jabatan—baik komisaris maupun direksi.
Artinya, jika ini benar-benar diwujudkan. BSG akan memiliki enam pejabat komisaris dan enam pejabat direksi. Karena saat ini baik Komisaris maupun Direksi masing-masing lima orang berdasarkan hasil RUPS/RUPS LB Rabu (9/4) lalu.
Lantas, bagaimana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat hal ini?
Dihubungi terpisah, Kepala OJK Sulutgomalut Robert Sianipar menuturkan, secara aturan jabatan Direksi dan Komisaris di perbankan minimal tiga orang.
Namun, selebihnya bisa memperhatikan kebutuhan dan kewajaran. Ia pun menegaskan, jika BSG berniat menambah jajaran Direksi dan Komisaris, selama itu dilakukan melalui RUPS maka hasilnya Sah.
"RUPS bisa dilakukan secara fisik maupun sirkuler," singkatnya.
Hingga berita ini diturunkan, Manado Post sudah berusaha menghubungi Direktur Utama Revino Pepah melalui saluran Whatsapp, namun belum mendapatkan jawaban. (*)
Editor : Ayurahmi Rais