Ketua BPMJ GMIM Imanuel Kamangta Pdt Deysi Kandou Dengah STh mengajak jemaat agar tetap teguh memegang iman percayanya. Serta meminta jemaat menghayati pengorbanan Tuhan Yesus di Kayu Salib untuk menebus dosa umat manusia.
"Mari sebagai orang kristen dan warga GMIM yang percaya, kita hayati pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang mati di kayu salib untuk menebus dosa kita semua," ajak Pdt Deysi.
Dalam pergumulan warga GMIM, Ia mengajak jemaat agar jangan terprovokasi ditengah guncangan yang dialami GMIM.
"Sebagai umat percaya, kita meyakini jika salah akan dinyatakan salah, dan jika benar akan dinyatakan benar," ucapnya.
Dalam badai isu dugaan Dana Hibah GMIM, ada oknum-oknum yang sudah mengecap bahwa banyak pemimpin GMIM yang korupsi, padahal belum ada penetapan fakta jelas.
Bahkan dalam beberapa unggahan medsos, menurut Pdt Deysi ada oknum yang menulis ajakan untuk tidak lagi membawa persembahan di gereja. Padahal, dikatakan Pdt Deysi, persembahan merupakan wujud tanggung jawab iman. "Persembahan adalah tanggung jawab iman," tandas Pdt Deysi.
Pada perayaan Jumat Agung kali ini, warga GMIM diterpa badai yang cukup menggaduhkan. GMIM digoyahkan terkait dugaan Dana Hibah dari Pemprov Sulut. Bahkan sudah ada 5 tersangka yang salah satunya adalah Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Hein Arina. Kini warga GMIM dan publik Sulut menunggu perkembangan lanjutan dari dugaan yang menerpa salah satu organisasi gereja terbesar di Indonesia ini.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan