MANADOPOST.ID- Penemuan bayi Dugong di Taman Wisata Alam Batu Angus, Kota Bitung, buat heboh masyarakat. Hal ini membuat organisasi Tamang Dugong Indonesia turun langsung, ikut membantu proses penanganan.
Diketahui penemuan ini bermula dari kakak beradik, Jhenyis dan Chilsasauw, yang tiba-tiba didekati oleh bayi duyung mamalia laut ini. Diperkirakan bayi dugong tersebut terpisah dari induknya, tepat di kawasan DTW Batu Angus, Kota Bitung, pada pekan yang lalu, Sabtu (3/5).
Ketika dihubungi, Tamang Dugong Indonesia yang fokus pada edukasi dan penelitian dugong serta lamun, langsung diteruskan ke YAPEKA. Arahan pun segera diberikan agar dapat memberikan pertolongan pertama pada bayi duyung yang terdampar itu.
Dari informasi yang diperoleh, bayi duyung ditemukan dalam kondisi terluka pada punggung, sirip dan ekor. Yang langsung dilakukan penolongan pertama pada luka-luka di tubuh bayi duyung, sambil menunggu kedatangan pihak terkait. Diduga hal ini terjadi akibat terpisah dari induknya. Pun ini jadi kali pertama seekor duyung terdampar di perairan sekitar Batu Angus.
Bayi duyung yang diperkirakan berusia 5 bulan dan berjenis kelamin betina ini, memiliki panjang sekira 120 cm. Halnya disampaikan Founder NGO Tamang Dugong Indonesia Mikaela Clarissa. Dirinya menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan Dugong tersebut kembali aman di habitatnya. "Kami akan terus mengikuti perkembangan kondisi bayi duyung ini dan siap bantu sampai ia kembali aman di habitatnya," kata Mikaela.
Ditambahkannya, pelestarian laut mencakup pada upaya pelestarian segala bentuk ekosistem dan spesies yang hidup di dalamnya. "Tidak terkecuali ekosistem padang lamun yang berperan penting mengikat karbon dan menjadi rumah bagi berbagai macam organisme dan sumber makanan bagi dugong. Namun kini, dengan jumlah populasi dugong kian menurun, apakah menjadi refleksi dari kesehatan laut yang juga tidak lebih baik. Lalu upaya apakah yang dapat kita lakukan agar laut tetap terjaga dan mencegah dugong dari kepunahan," tegasnya.(wtd-04)
Editor : Reza Abdilah