Tim investigasi gabungan Amerika Serikat dan Indonesia mewawancarai 25 orang, melakukan lebih dari 10 survei arkeologi, dan mengumpulkan informasi berharga yang dapat membantu menemukan anggota Angkatan bersenjata AS yang hilang. Misi ini merupakan bagian dari upaya global DPAA untuk menemukan dan mengidentifikasi jenazah anggota angkatan bersenjata AS yang hilang. Di Morotai, tim tersebut meneliti bukti sejarah, melakukan survei lapangan, dan melibatkan penduduk setempat untuk mengidentifikasi lokasi potensial untuk pemulihan.
“Misi ini tidak hanya menyoroti komitmen kami kepada keluarga korban yang hilang, tetapi juga menunjukkan eratnya kemitraan berkelanjutan kami dengan Indonesia,” kata Sersan Satu Angkatan Darat AS Blake Garab, pemimpin misi investigasi. “Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat setempat dan Kedutaan Besar AS saat kami berupaya memenuhi kewajiban mulia misi ini.”
Morotai memainkan peran strategis selama kampanye Pasifik dalam Perang Dunia II, dengan menjadi pangkalan utama bagi pasukan Sekutu sejak tahun 1944. Puluhan tahun kemudian, kawasan ini tetap menjadi lokasi penting dalam pencarian personel AS yang belum kembali.
DPAA menjalankan misi di seluruh dunia, didukung oleh negara tuan rumah dan masyarakat setempat, dalam rangka menjalankan misinya untuk menyediakan catatan selengkap mungkin tentang anggota angkatan bersenjata Amerika yang hilang. Lebih dari 72.000 warga Amerika masih belum diketahui keberadaannya sejak Perang Dunia II.(***)
Editor : Tanya Rompas