Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jadikan Sulut Benar-benar Daerah Nyiur Melambai, Begini Pesan untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara

Reza Abdilah • Rabu, 21 Mei 2025 | 00:53 WIB
Suasana diskusi yang berlangsung di lt5 Grha Pena Manado Post, Selasa (20/5) kemarin.
Suasana diskusi yang berlangsung di lt5 Grha Pena Manado Post, Selasa (20/5) kemarin.

 

MANADOPOST.ID- Harga kelapa saat ini sedang seksi. Pasalnya harga komoditas andalan di Sulawesi Utara kini naik 300 persen untuk kopra. Tembus tertinggi di angka Rp22.500/kg. Jadi keuntungan tersendiri bagi para petani di 15 kabupaten/kota.

Diketahui sebelumnya harga kopra per100kg, hanya dihargai Rp700 ribu. Kini naik tiga kali lipat, Rp2,1 juta/100kg.

Namun Sulawesi Utara kini berada di posisi kedua seantero Indonesia untuk daerah sentra produksi kelapa. Kini daerah dengan julukan bumi nyiur melambai berada di bawah Provinsi Riau.

Maka hal ini jadi pekerjaan rumah semua kalangan. Pemerintah, petani, pemerhati dan masyarakat. Pokok utamanya adalah peremajaan pohon kelapa yang ada di Sulawesi Utara. Pasalnya pohon kelapa yang ada di Sulut kini adalah pohon dari tahun 1980.
Hal ini dijabarkan dalam diskusi dengan tema "Menjadikan Sulut Benar-Benar Sebagai Daerah Nyiur Melambai”. Berlangsung di lt5 Grha Pena Manado Post, Selasa (20/5) kemarin.

Nampak 18 orang turut serta dalam diskusi ini. Mulai dari Kementerian, Pemprov Sulut, Pemerhati, Ekonom, Petani dan semua pihak yang peduli akan tanaman kelapa yang harus kembali jaya.

Dimoderatori Stefan Voges dan Direktur Manado Post Tommy Waworundeng. Dengan tujuannya agar ada peningkatan produksi kelapa dan peremajaan tanaman serta sumber daya manusianya.

Halnya disampaikan Edwin Monding, Kabid Dinas Perkebunan Pemprov Sulut. "Pupuk subsidi tidak tersedia untuk kelapa. Pupuk subsidi hanya untuk tanaman pangan, untuk tanaman perkebunan tidak diberikan. Maka petani enggan memupuk. Karena harga kopera harganya dibawah, maka juga tidak dipupuk. Namun sebenarnya harus dipupuk agar buahnya bagus," katanya.

Ditambahkan Hilbert Takaendengan, Kabid Dinas Perkebunan Pemprov Sulut, Saat ini kelapa lagi seksi dengan harga yang bakal naik terus. "Sulut dikenal dengan nyiur melambai, maka Gubernur menegaskan untuk mempertahankan hal tersebut," katanya.

Luas lahan tanaman kelapa sekira 262.718 hektar. "Ada 265 ribu ton produksi pertahun. Namuan 21 ribu hektar yang ada harus diperemajakan. Sejak 5 tahun terakhir, lewat APBD dan APBN hanya mampu 3 ribu hektar untuk peremajaan. Maka kami berupaya untuk peremajaan. Selain produksi menurun karena tanaman sudah tua, juga industri yang bergerak di turunan kelapa semakin berat. Maka kebutuhan kelapa meningkatkan, sedangkan produksi kepala stagnan," katanya.

Dan orang yang panjat kepala juga semakin berkurang. Maka program kami akan mengadakan alat panjat. "Kami juga bekerja sama dengan Balitka, akan ambil varitas baru di Balitka. 3 tahun sudah berproduksi dan pohonnya pendek," tambahnya.

Sementara itu, Dr Patrik M Pasang, Ketua Tim Kerja Layanan Penilaian, Kesesuaian dan Pendayagunaan Hasil BRMP Tanaman Palma Kementerian Pertanian menegaskan, peremajaan kelapa penting dilakukan untuk ketersediaan bahan baku. "Sebab kini pohon kelapa di Sulawesi Utara sudah ada dari tahun 1980. Di balai kami ada koleksi pohon kelapa hampir usia 100 tahun. Salah satu cara harus menggunakan kelapa yang pendek. Ada kelapa dalam yang tinggi. Ada juga kelapa hybrida atau persilangan," ungkapnya.

Kelapa Bido Morotai menjawab kelangkaan pemanjat kelapa. "Sudah masuk varitas nasional. Namun dibatasi untuk keluar dari Morotai. Kami ada kelapa dalam bido. Dibudidayakan didepan lapangan golf, Mapanget. Ada kebun induk. Kedepan kalau mau cari kelapa Bido ada juga di Minsel. Ada kerjasama disana. Ada di Mapanget, Tenga, Minsel dan Lobu, Mitra. Disana ada kelapa varitas unggulan," terangnya. "Dan untuk lahan, dalam 1 hektar, ada 143 pohon kalau ditanam teratur. Kalau tidak teratur, bisa capai 200 pohon. Petani juga bisa memanfaatkan lahan diantara tanaman kepala. Maka bisa dimanfaatkan untuk pupuk yang tidak ada subsidi tersebut untuk kelapa," tambahnya.

Menanggapi penjelasan dan data ini, beragam tanggapan dan saran dibeber para peserta diskusi ini.

Stefan Voges sebagai host menegaskan kehadiran kita paripurna untuk menghadirkan hal positif terkait dengan peremajaan kelapa. Ini untuk menjadikan daerah kita menjadi benar-benar daerah bumi nyiur melambai. Semoga FGD ini bermanfaat bagi kita semua. Ada catatan positif. Juga menjadi edukasi bagi masyarakat, bahkan rekomendasi bagi Gubernur untuk rencana peremajaan kelapa kedepannya.

 

Reiner Ointoe, Budayawan
Semua ini sifatnya hanya normatif. Mari kita periksa 25 tahun kebelakang, bagaimana visi misi kebijakan perkebunan. Kita harus bisa memberi tau ke pemerintah apa yang harus dilakukan saat ini.

Saya mau keluar dari normatif. Dari tahun 30an sudah jadi fiksi indah dari Ismail Marzuki, rayuan pulau kelapa. Dari jaman Gubernur-gubernur sebelumnya, sudah ada gagasan peremajaan seperti ini.

Kita harus bahas bersama, berapa komoditas kelapa yang disumbangkan. Kita harus periksa kebijakan pemerintah terkait dengan kelapa ini.

 

Andre Mongdong, Ketua Komisi Informasi Publik Sulut

Ini diskusi yang berat. Saya mengalami dejavu. Sebab sejak lama, ini jadi penelitian tentang harga diri petani dengan kebijakan harga yang ada. Sehingga ada bahasa kini anak sudah tidak mau jadi petani.

Jadi persoalan kebijakan harga yang tidak berpihak kepada petani. Kalau harga naik, seharusnya petani menerima manfaat dari hal itu. Disisi petani berkah.
Kenaikan hingga 300 persen adalah siklus yang lama yang sekali dinikmati. Tapi di kalangan industri ini masalah. Maka pemerintah harus hadir untuk menengahi permasalahan itu. Ini harus kita cari tawaran solusi untuk menengahi antara petani dan industri.

Krisis lahan juga kita alami. Lahan pertanian kian kecil. Dan akhirnya dijual. Ini persoalan di satu sisi. Perlu diusahakan agar penyelesaian bisa dilaksanakan holistik dari hulu ke hilir. Harus di butuhkan goodwill dari pemerintah.
Sampai hari ini Manado Post paling banyak dibaca. Ini fakta Manado Post adalah top of mind. Kolaborasi ini penting yang harus dilakukan. Juga adanya koperasi yang bisa menjembatani para petani.

 

Reymond Pasla, Jurnalis Senior

Logikanya produksi kurang pasti harga naik. Harus dicari tahu penyebabnya apa, sebab kalau di Filipina gagal produksi, pasti harga naik di Sulut.
Faktanya petani sampai saat ini menjerit terus. Maka harus dibicarakan yang lebih maju adalah pajak ekspor impor dan lainnya. Sebab apakah dengan peremajaan harga akan stabil?

Sehingga harus memikirkan tentang pajak, intervensi pemerintah dan ekspor juga yang banyak kendala soal pajak tersebut. Penting bagaimana nilai tukar petani itu naik. Bukan soal jumlah produksi, tapi dampak langsung ke petani.

 

Hery Rumondor, Jurnalis Senior

Ini jadi keprihatinan terkait peremajaan. Ada kebanggaan orang Minahasa terkait kelapa mereka, yang mungkin juga jadi penghambat untuk peremajaan.

Kami di MSM membina BUMDes dan lainnya. Dan area pertanian di pertambangan, kita percayakan masyarakat dan gereja untuk mengolah. Namun dari data yang ada, ternyata tidak mencukupi bahan baku kelapa untuk pabrik dan untuk digunakan.
Harga kini dari Ro10 ribu bisa jadi ke Rp25 ribu. Itu harga Cina untuk ekspor. Pertanyaan kenapa pabrik disini (Sulut) tidak seperti itu, menghargai para petani. Maka jadi perenungan dan perhatian bersama.

 

Daniel Pasik, Dewan Pertimbangan Kadin Sulut

Jadi dulu ada sistem buka tutup ekspor kelapa. Kalau habis bahan untuk keperluan Industri di Sulut, maka ditutup untuk ekspor. Dengan ekspor kelapa ada 5 pengusaha yang sulit. Untuk industri santan, aarang, sabut dan lainnya, yang akan kekurangan bahan bakunya.

Juga kini susah dapat orang panjat kelapa. Ada tapi hasilnya akan bagi dua dengan orang naik kelapa. Susah cari tenaga kerja.

Kelapa kita dengan tanah di Sulut menghasilkan kualitas sangat bagus. Tempurung keras, isi kelapa tebal. Untuk santan kental dan lebih berminyak. Kelapa kita unggul, dari bibit dan tanah. Maka kita harus bergandengan tangan bersama untuk bersaing dengan provinsi lain.

 

Jeffney Delarue, Dosen Unima dan Wakil Ketua Umum Kadin Sulut

Kedepannya harus kita kerjasama dengan perguruan tinggi untuk mengadakan robot panjat kelapa. Anggaran Rp100 juta dapat 2 sampai 3 robot panjat kelapa. Ini solusi untuk mengakali kurangnya orang panjat kelapa. Juga ada mesin untuk belah kelapa.

 

Dr Ferol Warouw, Ahli Lingkungan

Kalau saya yang diremajakan adalah petani kelapanya. Karena akan menentukan pertanian berkelanjutan, SDA dan SDM. Sebab kalau manusia tidak diremajakan maka tidak akan terwujud peremajaan pertanian.

Kita melihat peluang bahwa ada market potensial. Misalnya kelapa organik. Untuk Itu perlu diremajakan kelapa dan petani-petani. 

Solusinya balai penelitian, kampus, harus memberikan gambaran, keuntungan tinggi yang bakal menarik perhatian, dengan melibatkan semua sektor.

Isu ini sudah lama. Maka ini yang harus dilakukan untuk peremajaan adalah mindset petani, juga mindset peremajaan untuk kelapa.

 

Wong Kwe Chen, Pengusaha

Saya bisa sediakan oven. Dalam oven tidak ada asap hitam, keluar bisa langsung dimakan. Paling banyak India dan Pakistan yang minta. Harganya juga jauh dari kopera yang fufu.

Harga kopera preferensi harga dari Rotherdam. Padahal produksi kita besar di sini.
Contohnya Uzbekistan bisa bangkit dari negara terkorupsi. kuncinya satu, semua produk dilisting ke bursa. Pajak dapat, transparansi bisa diketahui petani, bisa tekan korupsi. Namun memang ini sulit untuk dilakukan.

 

Ivanry Matu, Wakil Ketum Kadin Sulut

Kata harus bisa mewujudkan manfaat pertemuan ini untuk Sulawesi Utara. Palung penting untuk manfaat nilai tukar petani. Apa manfaat nama nyiur melambai. Tidak signifikan, sebab kita sudah di urutan kedua di Indonesia penghasilan kelapa.
Harus ada usul dan gagasan dari Dinas terkait untuk gebrakan pemerintah. Juga diimbangi dengan anggaran, ini yang paling utama.

Harus ada proyeksi Dinas Perkebunan untuk pak Gubernur, agar mengoptimalkan potensi 100 ribu hektar lahan tidur di Sulut. Ada 20 juta pohon kelapa bisa ditanam di lahan tidur ini. Harus ada hasil secara bertahap. 

Kedua sistem panen harus diperhatikan. Tinggal diatur untuk sistem tanamnya. Kita fokus di lahan baru, maka mungkin bahan baku bisa diatasi.
Serta harus ada jaminan pasar. Harus ada keterlibatan pengusaha untuk mencari market. Pemerintah harus berani kontrak dengan pengusaha untuk mengadakan jaminan pasar.

Manado Post kita berharap diskusi ini, betul-betul menggigit pemerintah. Ada usulan konkret agar pemerintah bereaksi, agar manfaat bisa dirasakan kita semua.

 

Linda Prang, PT Sasa Inti Minsel

Produksi perhari kami ada di 400 ton. 25 hari dikali 12 bulan, ada 120 ribu ton per tahun yang dibutuhkan. Maka penting sekali peremajaan ini.
Karyawan kami ada 1448 orang. Belum termasuk Otsoring. Ada 1650 pekerja. Maka produksi kelapa tidak akan cukup dengan kebutuhan kami jika sesuai dengan produksi di Sulut saat ini. Untuk itu kita butuh suport untuk adanya bahan baku kita.

Oktavianus Kerap, Pemerhati Ekonomi Sulut

Sulut krisis kelapa. Maka harus ada konsep ke Gubernur, saya mau usul 2 hal.

Pertama untuk peremajaan kelapa, harus sosialisasi ke perusahaan, petani atau masyarakat umum. Perlu di antisipasi sebagai bahan kritis. Supaya tetap eksis ke petani untuk tetap meremajakan kelapa.

Saya sepakat untuk pendanaan khusus penyedia bibit untuk berbagai varitas. Kalau perlu pemerintah harus buat rancangan agar ada biaya khusus.
Faktanya kini petani jual lahan untuk ganti profesi. Jadi politisi dan lainnya. Juga ada ahli fungsi lahan. Kelapa sudah dipotong untuk bangun perumahan. Maka harus ada langkah yang dilakukan untuk peremajaan kelapa.

 

Sofian Jimy Yosadi, Advokat

Dari kian banyak perkara, salah satunya di Minsel. Mafia tanah? Bagaimana pertanian bisa dipertahankan kalau masih di permainkan oleh oknum ini.

Banyak kasus yang berkaitan dengan pelecehan anak dan perempuan. Bahkan pernah ada kasus perdagangan manusia.

Mindset adalah soal bagaimana kita punya niat baik untuk membangun, kalau hukum saja masih kita langgar.

 

Vivi George, aktivis Suara Parangpuan

Anak-anak kita sudah tidak mau jadi petani lagi. Namun banyak produk turunan kelapa yang laris. Juga kenapa kita tidak merangkul untuk UMKM untuk memproduksi.

Maka mari kita mengembangkan kembali. Jadi memberikan rekomendasi pengambilan kebijakan, Dinas Perkebunan, untuk penting kembangkan bibit unggul, peremajaan, yang harus kolaborasi.

Kita harus membangkitkan lagi nyiur melambai untuk benar-benar melambai. Hasil rekomendasi ini disampaikan ke Gubernur untuk mendorong dinas terkait membangkitkan kembali kelapa di Sulawesi Utara.(rez) 

Editor : Reza Abdilah
#kelapa #harga naik #sulawesi utara