MANADOPOST.ID – Sektor hortikultura Jawa Timur kembali menunjukkan performa yang mengesankan sepanjang tahun 2024. Data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Jawa Timur Dalam Angka 2025 mengungkapkan lonjakan produksi buah-buahan dan sayuran tahunan dari berbagai jenis tanaman di wilayah ini.
Pisang tetap menjadi komoditas unggulan dengan volume produksi tertinggi, sementara apel dan mangga terus menjaga posisi sebagai penyumbang besar dalam sektor pertanian tahunan.
Secara umum, berikut adalah rincian produksi buah dan sayur tahunan menurut jenis tanaman di Jawa Timur sepanjang 2021 hingga 2024 (dalam satuan kuintal):
Alpukat (Avocado): Produksi meningkat dari 1.585.866 kuintal pada 2021 menjadi 2.400.402 kuintal di 2024.
Anggur (Grape): Naik dari 1.745 kuintal pada 2021 menjadi 2.554 kuintal pada 2024.
Apel (Apple): Dari 5.093.765 kuintal di 2021 menjadi 12.197.454 kuintal di 2024, hampir 2,5 kali lipat.
Belimbing (Star Fruit): Dari 759.702 kuintal naik menjadi 624.149 kuintal (fluktuatif, sempat menurun di 2023).
Duku/Langsat/Kokosan (Duku): Produksi meningkat dari 604.474 kuintal menjadi 142.486 kuintal di 2024, setelah sempat mencapai puncak 1.446.009 kuintal pada 2023.
Durian (Durio): Meningkat dari 2.753.199 kuintal menjadi 5.702.632 kuintal di 2024.
Jambu Air (Rose Apple): Dari 230.902 kuintal naik menjadi 287.812 kuintal.
Jambu Biji (Guava): Stabil naik dari 834.011 ke 1.114.655 kuintal.
Jengkol (Jengkol): Dari 17.964 kuintal menjadi 23.657 kuintal.
Jeruk Besar (Pomelo): Naik dari 901.724 kuintal menjadi 1.396.673 kuintal.
Jeruk Siam/Keprok (Tangerine/Orange): Dari 3.167.518 kuintal menjadi 3.677.121 kuintal.
Mangga (Mango): Salah satu yang terbesar, dari 11.982.960 kuintal naik menjadi 19.366.100 kuintal.
Manggis (Mangosteen): Stabil, meningkat dari 18.800 kuintal menjadi 20.717 kuintal.
Melon (Melon): Dari 1.627.944 kuintal ke 1.720.717 kuintal.
Nangka/Cempedak (Jack Fruit): Konsisten tumbuh, dari 1.187.341 ke 1.964.703 kuintal.
Nenas (Pineapple): Dari 1.327.840 ke 1.706.317 kuintal.
Pepaya (Papaya): Meningkat dari 2.356.995 kuintal menjadi 2.330.701 kuintal (sedikit menurun dari 2023).
Petai (Twisted Cluster Bean): Dari 139.769 kuintal menjadi 241.735 kuintal.
Pisang (Banana): Menjadi primadona, dari 20.408.420 kuintal di 2021 menjadi 27.731.362 kuintal di 2024.
Rambutan (Rambutan): Dari 1.202.087 ke 1.465.686 kuintal.
Salak (Snakefruit): Meningkat dari 1.436.260 ke 1.429.642 kuintal (fluktuatif).
Sawo (Sapodilla): Produksi dari 245.472 menjadi 308.405 kuintal.
Sirsak (Soursop): Dari 161.425 ke 228.194 kuintal.
Sukun (Bread Fruit): Dari 365.773 menjadi 388.394 kuintal.
Buah Naga (Dragon Fruit): Tumbuh signifikan dari 4.197.407 kuintal menjadi 5.183.799 kuintal.
Jeruk Lemon (Lemon): Dari 38.205 kuintal menjadi 57.487 kuintal.
Lengkeng (Longan): Produksi menurun dari 664.854 kuintal di 2021 menjadi 184.765 kuintal di 2024.
Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa sektor buah-buahan tropis seperti pisang, apel, dan mangga menjadi penyumbang utama volume produksi hortikultura tahunan Jawa Timur. Kenaikan signifikan juga terjadi pada buah naga dan durian, yang menunjukkan tren peningkatan permintaan di pasar domestik dan ekspor.
Meski beberapa komoditas seperti lengkeng mengalami penurunan, secara umum tren pertumbuhan produksi tetap positif. Hal ini mencerminkan keberhasilan program intensifikasi dan perluasan areal tanam, serta meningkatnya adopsi teknologi budidaya oleh petani di berbagai kabupaten/kota.
Ke depan, sektor hortikultura berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi pertanian Jawa Timur, terlebih dengan peluang ekspor yang terus terbuka seiring meningkatnya permintaan buah tropis di pasar global. Pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung dengan infrastruktur distribusi dan sistem logistik yang mumpuni agar hasil panen bisa dimaksimalkan dari sisi nilai jual.
Editor : Clavel Lukas