MANADOPOST.ID-Visi misi Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI Pur Yulius Selvanus untuk menuju Sulut Maju Sejahtera Berkelanjutan, mulai terwujud.
Saat ini masyarakat Sulut yang mayoritas petani kelapa, sejahtera dengan harga kelapa butir dan harga kopra yang melonjak naik 300 persen.
Di mana pantauan wartawan Manado Post di beberapa pembeli kopra di Manado, harga kopra saat ini melonjak di kisaran Rp21.000 sampai Rp23.000 per kilogram. Naik tiga kali lipat dari harga sebelumnya yang hanya di kisaran Rp7.000 per kilogram.
Menurut salah satu pembeli kopra di Manado Ino Pohajouw.
"Kalau saya saat ini membeli kopra di harga 21 ribu per kilogram. Jadi kalau 100 kilogram, petani dapat sekitar Rp2,1 juta," ujar Ino.
Lanjut Ino, harga saat ini tertinggi sepanjang sejarah.
"Sudah sekitar 20 tahun saya membeli kopra, baru ini harganya melonjak sampai tiga kali lipat," ungkap Ino.
Ino, pembeli kopra di Manado, menyampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah. "Terimakasih Pak Gubernur Yulius Selvanus. Semoga Pak Gubernur akan terus berjuang mempertahankan harga kopra agar terus baik seperti ini," harap Ino.
Begitu juga dengan harga kelapa butir. Laurens Mandagie, salah satu pembeli kelapa butir di Minahasa, mengaku harga kelapa butir saat ini naik 3 kali lipat.
"Tahun lalu harganya menyedihkan. Kasian petani kelapa. Karena harganya tahun lalu hanya Rp1.300 per kilogram. Satu kilogram biasa satu butir kelapa. Saat ini harga melonjak mencapai Rp4.700 per kilogram atau per butir," ujar Laurens Mandagie.
Dengan harga kelapa saat ini, petani sejahtera. Karena jika petani punya kebun kelapa 1 hektare, bisa punya 100 pohon kelapa. Jika satu pohon ada 30 butir, maka 1 hektare bisa panen 3.000 butir kelapa setiap 4 bulan. Jika dijual butir, petani akan dapat Rp14.100.000. Harga kelapa lebih menggiurkan dibanding harga nilam. (*)
Editor : Tommy Waworundeng