Namun, ucapan selamat HUT ke-61 dan empati dari warga masyarakat, Jemaat dan Pelayan Khusus (Penatua, Diaken, Pendeta dan Guru Agama) tetap diutarakan. Baik melalui media sosial dan bahkan lewat ibadah syukur yang digelar di Auditorium Bukit Inspirasi (ABI) Tomohon, Selasa (27/5). Hadir langsung istri tercinta Pdt Vanny Suoth, serta anak-anak, Lristy Arina, Kim Arina, Gammy Arina beserta istri dan cucu.
Momen penuh kasih dan rasa haru tergambar dalam ibadah yang dipimpin Pjs Ketua BPMS GMIM Pdt Janny Rende. Dalam khotbahnya, Pdt Janny mengajak untuk memlihara kasih dan saling mengampuni.
Menurut Pdt Rende, Pdt Hein Arina saat ini tidak perlu dikasihani. Melainkan, yang diperlukan adalah mengasihi dirinya. "Pdt Arina tidak perlu dikasihani. Yang diperlukan adalah mengasihi sebagai pak Ketua sebagai pimpinan gereja," sebut Pdt Rende dihadapan para Pendeta, Guru Agama, pelsus, yayasan yang hadir dalam ibadah syukur HUT Pdt Arina.
Usai ibadah, ucapan terima kasih disampaikan anak tertua Pdt Hein Arina yakni Kristi Arina. Dalam momen haru, Kristi menceritakan kasih sayang seorang ayah yang tulus mencintai anak-anaknya. Serta pribadi seorang Pdt Hein Arina yang begitu tulus dan mencintai GMIM. "Papi selalu senyum dan terus meminta agar saling mengasihi. Pesan papi, GMIM harus terus bertumbuh menjadi organisasi yang sehat dan kuat, demi kemuliaan nama Tuhan," ucap Kristi.
"Juga pesan papi untuk selalu mengampuni. Karena pengampunan adalah bentuk cinta yang terindah dan tertinggi. Selalu berdoa, selalu mengampuni dan selalu berprasangka baik. Papi satu kali pun tidak pernah bilang kebencian. Ini kesaksian, bagaimana luar biasanya iman papi," ungkap Kristi.
Hal yang sama diutarakan Kim Arina. Bagi Kim, sosok Pdt Hein Arina selalu menjadi sosok inspirasi. Bail sebagai kepala rumah tangga, maupun sebagai pelayan Tuhan dan jemaat. "Papi selalu menginspirasi banyak orang. Tuhan akan selalu beserta kita. Terima kaaih untuk semua doa cinta dan kasih dari masyarakat dan jemaat GMIM khususnya," pungkas Kim.(ler)