Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Cerita Para Pemenang XYZ Competition di Xpresi Party 2025: Serunya Adu Otak, Strategi dan Kejutan Tak Terduga

Kenjiro Tanos • Jumat, 30 Mei 2025 | 23:09 WIB

 

Para pemenang XYZ Competition Xpresi Party 2025
Para pemenang XYZ Competition Xpresi Party 2025

MANADOPOST.ID - Kompetisi XYZ di ajang Xpresi Party 2025 kembali hadir dengan format cerdas cermat yang tak biasa. Atrium Manado Town Square 3 pun ikutan dibuat tegang, Jumat (23/5).

Pertandingan ini tidak sekadar mengandalkan pengetahuan, tapi juga strategi, kecepatan, dan kerja sama tim yang solid.

Babak seleksi telah menyaring lebih dari 50 tim menjadi hanya sembilan terbaik yang melaju ke semifinal. Ketegangan meningkat saat mereka harus berburu clue di tengah keramaian pusat perbelanjaan, sebuah tantangan unik yang menjadi pembuka dari putaran semifinal.

Dari sembilan tim tersebut, hanya tiga yang berhasil mengamankan tempat di babak final. Ketiganya berasal dari sekolah berbeda dan membawa semangat serta gaya bermain masing-masing.

Ketika final berlangsung, pertanyaan demi pertanyaan meluncur dengan kecepatan dan variasi mengejutkan. Tak ada prediksi pasti—semuanya bisa muncul, mulai dari pengetahuan umum, sejarah lokal, hingga trivia pop culture dan matematika.

Akhirnya, kemenangan mutlak diraih oleh tim TNT SMANLA dari SMA Negeri 1 Langowan. Juara kedua ditempati oleh tim MIS-U dari Manado Independent School, dan juara ketiga adalah tim Nous Allenz dari SMA Negeri 7 Manado.

TNT SMANLA, sang juara, beranggotakan Khenzi Assa, Angga Karundeng, dan Paskal Pai. Mereka perkasa sejak babak penyisihan dimulai. Fakta menariknya, tim ini sudah bertanding tahun lalu namun terhenti langkahnya di babak semifinal.
Tidak menyerah. 'Pembalasan' dilakukan. Belajar dari kegagalan tahun lalu, mereka bisa berhasil melaju ke babak final dengan mulus. Padahal, saat hunting clue, tim TNT sempat dibuat pesimis karena gagal menyelesaikan misi tepat waktu.

Mereka mengaku soal paling menegangkan adalah yang terakhir di babak final. “Soalnya panjang banget dan itu soal penentuan. Deg-degannya luar biasa,” kata mereka.

Persiapan tim ini cukup sederhana namun efektif. “Kami berbagi peran, review materi secara singkat, dan tentunya berdoa. Yang orang mungkin tidak tahu, kami cuma belajar semalam sebelum lomba,” ungkap mereka sambil tertawa.

Peran dalam tim dibagi secara spesifik: ada yang fokus matematika, ada yang menangani bahasa Inggris dan hiburan, serta satu orang untuk soal dunia dan olahraga.

Saat diminta mendeskripsikan pengalaman mereka dengan satu kata, mereka kompak menjawab: “Bangga.”

Di posisi kedua, tim MIS-U dari Manado Independent School yang digawangi oleh Michiko Limanauw, Alexandra Sitorus, dan Julio Flory, datang dengan persiapan yang penuh tantangan.

"Kami semua masih kelas 10, dan ini kali pertama ikut lomba seperti ini. Kami sibuk dengan tugas dan ujian, jadi waktu persiapannya terbatas,” ujar Michiko. Namun dua minggu sebelum kompetisi, mereka mulai serius belajar bersama di perpustakaan, membagi topik dan berlatih intensif.

Mereka mengingat momen ketika harus menghitung berapa kali APT disebut dalam lagu APT - Bruno Mars, Rose. “Kami bertiga nyanyi sambil berhitung. Tegang tapi malah jadi lucu!” kenang Alexandra.

Salah satu titik paling mendebarkan juga terjadi saat mereka menjawab soal tentang perintis Manado Post. “Michiko sampai keringat dingin pas jawab itu,” tambah Julio. Bagi mereka, kata yang paling menggambarkan pengalaman di kompetisi ini adalah “unexpected.” Banyak hal yang terjadi di luar dugaan, termasuk soal-soalnya yang kadang “nggak masuk akal tapi tetap harus dijawab.”

Sementara itu, tim Nous Allenz dari SMA Negeri 7 Manado juga memberikan cerita tak kalah menarik. Rafael Gabriel Ingkiriwang, Faith Shanon Livny Susilo, dan Revino Thomas Daredas adalah trio di balik tim ini. Revino bahkan bergabung secara dadakan.

"Awalnya bukan dia yang direncanakan masuk, tapi karena satu dan lain hal, akhirnya Revino kami ajak dan ternyata cocok banget,” cerita Rafael. Faith dan Rafael adalah peserta tahun lalu yang gagal di penyisihan, dan kegagalan itu justru memacu mereka untuk lebih serius tahun ini. Persiapan tim ini cukup unik: selain latihan dan pembagian materi, mereka menjalani doa dan puasa bersama sejak babak awal. “Doa dan puasa itu best combo,” ujar Faith penuh semangat.

Mereka mengenang soal terakhir di final sebagai momen paling menegangkan. “Soalnya terbuka banget kemungkinannya, bisa jumlah uang, bisa soal astronomi—intinya bikin panik,” kata Revino.

Pembagian tugas di tim ini jelas: Rafael di bagian hiburan, Faith menangani hitung-hitungan dan bahasa, sedangkan Revino fokus ke soal lokal seperti sejarah Manado Post.

Saat ditanya satu kata untuk menggambarkan pengalaman mereka di kompetisi ini, mereka serempak menjawab, “Menyala.” “Karena serunya luar biasa, apalagi ini tahun terakhir saya dan Faith ikut. Movie Mania Xpresi Party tahun ini benar-benar membekas,” tambah Rafael.

XYZ Competition 2025 bukan hanya soal menjadi yang tercepat dan terpandai. Lebih dari itu, ajang ini membuktikan bahwa semangat tim, kerja keras, dan keberanian menghadapi yang tak terduga adalah kunci sukses.

Setiap tim datang dengan cerita perjuangannya masing-masing, dan semua peserta pulang dengan pengalaman yang tak akan mereka lupakan. Tahun ini, XYZ bukan hanya kompetisi—tapi panggung tempat para pelajar menunjukkan bahwa mereka bisa MENYALA. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#cerdas cermat #xpresi party #Manado Post