Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Aksi Sosial di Tengah Banjir, Majelis Keluarga Besar Permesta Tunjukkan Kepedulian dan Ajak Sinergi Tokoh Masyarakat dan Pemerintah

Richard Lawongan • Senin, 9 Juni 2025 | 13:56 WIB

Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta, Philip Pantouw (kanan), secara simbolis menyerahkan bantuan beras kepada warga terdampak banjir di sekitar Danau Tondano, Minahasa.
Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta, Philip Pantouw (kanan), secara simbolis menyerahkan bantuan beras kepada warga terdampak banjir di sekitar Danau Tondano, Minahasa.

MANADOPOST -
Semangat kemanusiaan kembali menggema dari Majelis Keluarga Besar Permesta. Mereka menggelar aksi sosial berupa penyaluran bantuan sebanyak 3 ton beras bagi warga yang terdampak banjir di kawasan sekitar Danau Tondano, Minahasa. Penyaluran dilakukan selama dua hari, pada 4 dan 5 Juni 2025, menyasar empat posko utama di Roong, Kakas, Tolour, dan Kiniar, serta sejumlah titik langsung ke warga yang membutuhkan.

Bagi Majelis Keluarga Besar Permesta, ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Di balik langkah nyata ini, tersimpan panggilan hati untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang berjuang menghadapi bencana. Ketua Majelis, Philip Pantouw, menegaskan bahwa bantuan yang mereka berikan adalah bentuk kepedulian yang lahir dari tanggung jawab moral.

“Bantuan 3 ton beras ini mungkin belum berarti apa-apa bagi masyarakat secara luas, tapi kami percaya ada dampak langsung bagi mereka yang sedang kesulitan akibat banjir,” ujarnya. Ia juga berharap aksi ini mampu membangkitkan empati dari banyak pihak untuk turut membantu mereka yang terdampak.

Bendahara Majelis Keluarga Besar Permesta menyerahkan langsung bantuan beras kepada warga terdampak banjir sebagai bentuk kepedulian dan dukungan di masa pemulihan pasca bencana.
Bendahara Majelis Keluarga Besar Permesta menyerahkan langsung bantuan beras kepada warga terdampak banjir sebagai bentuk kepedulian dan dukungan di masa pemulihan pasca bencana.

Yang menarik, seluruh bantuan beras tersebut berasal dari dana pribadi Philip Pantouw. Tak ada sponsor besar, tak ada anggaran pemerintah—murni dari niat dan kepedulian pribadi. Langkah ini dinilai sebagai perwujudan semangat Permesta yang kini hadir dalam bentuk baru: pengabdian dan aksi sosial.

Salah satu tokoh Majelis, Dolfie Kotambunan, menambahkan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara terstruktur dan langsung ke titik-titik banjir. “Kami distribusikan secara langsung ke 4 posko dan masyarakat sekitar Danau Tondano dalam dua hari. Ini bentuk kepedulian yang konkret,” jelasnya.

Majelis Keluarga Besar Permesta juga membuka ruang kolaborasi. Mereka berharap, kegiatan sosial semacam ini bisa menjadi awal dari sinergi yang lebih besar antara tokoh masyarakat dan pemerintah. “Kami ingin ada sinergi agar bantuan tidak tumpang tindih, dan kebutuhan masyarakat bisa benar-benar terpenuhi,” ujar Philip Pantouw.

Aksi ini pun dipastikan tak akan berhenti di sini. Majelis telah merancang berbagai bentuk bantuan lanjutan, khususnya untuk pemulihan pasca banjir. Salah satu yang sedang dikaji adalah pengiriman bantuan tenaga medis dan obat-obatan ringan, mengingat tingginya risiko penyakit seperti gatal-gatal, demam, hingga muntaber setelah banjir.

“Kondisi pascabanjir biasanya diikuti dengan masalah kesehatan. Kami berpikir untuk menghadirkan tim medis agar bisa langsung membantu warga yang terdampak,” kata Dolfie.

Philip menambahkan bahwa selain kesehatan, masyarakat kini juga menghadapi kerusakan tempat tinggal, terutama karena banyak rumah yang semi permanen bahkan tidak permanen. Untuk itu, Majelis juga sedang merancang bantuan bahan bangunan yang bisa digunakan warga untuk memperbaiki hunian mereka.

“Kami akan pelajari kembali kebutuhan warga di lapangan agar bantuan berikutnya benar-benar berdampak. Jangan sampai kita membantu tapi tidak menyentuh inti permasalahan,” ujar Philip.

Dengan semangat itu, Majelis Keluarga Besar Permesta terus menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan Permesta masih hidup. Kini bukan dalam bentuk perlawanan bersenjata, tapi melalui langkah nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. (RRL)

Editor : Tanya Rompas
#Pemerintah #tokoh masyarakat #aksi sosial #bantuan banjir #Majelis Keluarga Besar Permesta #Danau Tondano #Banjir #Philip pantouw