MANADOPOST.ID — Setelah lebih dari tiga dekade menjadi misteri dan legenda tersendiri dalam dunia sepak bola, France Football secara resmi mengumumkan bahwa Super Ballon d’Or akan kembali diberikan.
Penghargaan ultra-prestisius ini ditujukan untuk menghormati pemain terbaik dalam tiga dekade terakhir, sebuah tonggak sejarah baru yang akan menandai warisan abadi sang penerima dalam dunia sepak bola.
Super Ballon d’Or adalah penghargaan yang jauh lebih langka dan eksklusif dibanding Ballon d’Or biasa. Sejak diperkenalkan, penghargaan ini baru pernah diberikan satu kali, yakni pada tahun 1989, kepada legenda sepak bola dunia Alfredo Di Stéfano, ikon Real Madrid dan Argentina.
Saat itu, penghargaan ini diberikan dalam rangka perayaan 30 tahun majalah France Football, dan diputuskan melalui kombinasi suara dari jurnalis, penggemar, dan anggota redaksi.
Di Stéfano dipilih karena kontribusinya yang luar biasa dalam mendefinisikan dominasi Real Madrid di era 1950-an dan 1960-an, serta reputasinya sebagai pemain serba bisa yang visioner dan revolusioner.
Berbeda dari Ballon d’Or yang dinilai berdasarkan performa pemain hanya dalam satu musim. Tetapi Super Ballon d’Or diberikan atas dasar
1. Prestasi dan pengaruh sepanjang karier (beberapa musim)
2. Konsistensi di level tertinggi
3. Kontribusi dalam membentuk sejarah sepak bola
4. Beberapa kali terima Ballon d’Or
Siapa yang Layak Menerima?
Dengan keputusan bahwa Super Ballon d’Or akan kembali diberikan, perdebatan mulai mengemuka: siapa yang layak menerima penghargaan tertinggi ini? Nama-nama besar seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mendominasi diskusi publik dan media, mengingat keduanya telah menunjukkan konsistensi dan prestasi luar biasa selama lebih dari 15 tahun.
Messi, pemegang 8 Ballon d’Or, juara Piala Dunia 2022, dan ikon Barcelona selama dua dekade, dianggap sebagai kandidat paling kuat. Di sisi lain, Cristiano Ronaldo memiliki rekor gol internasional tertinggi sepanjang masa, pencapaian di berbagai liga top Eropa, dan gelar Euro 2016 bersama Portugal.
Dengan kembalinya Super Ballon d’Or, France Football bukan hanya membangkitkan kembali semangat nostalgia, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk menghormati para legenda sepak bola bukan hanya dari musim ke musim, tapi dari generasi ke generasi.
Kita kini tinggal menanti satu hal lagi: siapa yang akan menyamai—atau bahkan melampaui—warisan Alfredo Di Stéfano? (*)