Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

100 Hari Kerja YSK-VICTORY Kawal Arah Baru Pembangunan Sulawesi Utara: Warga Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus

Tommy Waworundeng • Senin, 16 Juni 2025 | 07:19 WIB

100 Hari Kerja YSK-VICTORY Kawal Arah Baru Pembangunan Sulawesi Utara: Warga Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus
100 Hari Kerja YSK-VICTORY Kawal Arah Baru Pembangunan Sulawesi Utara: Warga Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus

MANADOPOST.ID Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE dan Wakil Gubernur Victory Mailangkay  memasuki babak baru pembangunan.

 

100 hari jerja YSK-VICTORY kawal arah baru pembangunan Sulawesi Utara. Warga Sulut pun apresiasi kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus.

 

"Di mana visi dan misi serta program prioritas sebagaimana disampaikan Kadis Kominfo Sulut Evans Steven Liow di berbagai media , akan membawa perubahan besar bagi warga Sulawesi Utara," kata pengamat hukum dari Universitas Negeri Manado, Delbert Mongan, SH., MH.

Visi besar Gubernur Yulius Selvanus , "Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan", mendapat sambutan positif dari masyarakat, akademisi, dan para pengamat kebijakan.

Akademisi  menyebut visi “berkelanjutan” yang diusung YSK-VICTORY sebagai arah pembangunan yang progresif dan matang. “Ini bukan sekadar jargon politik, tapi sinyal kuat bahwa Sulawesi Utara akan memasuki era percepatan pembangunan yang berkesinambungan,” ujar Mongan.

Menurut Mongan, warisan visi pembangunan dari kepemimpinan sebelumnya – mulai dari Dr. Sinyo Harry Sarundajang hingga Olly Dondokambey – kini dilanjutkan dan ditingkatkan oleh Gubernur Yulius Selvanus. “Sulut bukan hanya penting di tingkat nasional, tetapi juga menjadi simpul penting di kancah perdagangan Asia Pasifik. Letak geografis kita strategis, dan kepemimpinan saat ini sedang membuka gerbang itu dengan serius.”

Tanda-Tanda Awal Kemajuan Sudah Terlihat.
Sejak dua pekan pertama memimpin, Gubernur Yulius telah menunjukkan langkah konkret. Sulawesi Utara kembali menyambut turis mancanegara, terutama dari Tiongkok.

Bahkan, dalam kurun 100 hari kerja pertama, beliau tercatat telah melepas ekspor komoditas unggulan Sulut sebanyak tiga kali.

“Ini bukti nyata bahwa beliau mampu menggerakkan roda industri, perdagangan, dan pariwisata secara simultan,” lanjut Mongan.

Dosen Hukum ini kemudian menjelaskan soal regulasi yang menjadi tantangan selama ini. Tapi tantangan regulasi dan tata kelola KEK, ia nilai YSK-VICTORY mampu dorong percepatan pembangunan Sulut.

" Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulawesi Utara, khususnya KEK Manado-Bitung dan KEK Pariwisata Likupang, menghadapi tantangan serius dalam aspek regulasi dan tata kelola," jelas Mongan.

Menurutnya, perhatian serius perlu diberikan terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk PT Pembangunan Sulut, yang saat ini dinilai perlu pembenahan menyeluruh, baik dari sisi regulasi maupun manajerial.

Delbert menilai bahwa percepatan pembangunan Sulawesi Utara merupakan peluang besar bagi kepemimpinan Yulius Selvanus Kandou (YSK) yang diusung dalam gerakan "YSK-VICTORY".

Ia optimis, Manado, Minahasa Utara, dan Bitung dapat tumbuh menjadi kawasan metropolitan baru yang memiliki industri, pariwisata, serta pelabuhan modern untuk mendukung kegiatan ekspor-impor dan menjadi hub perdagangan di kawasan Indonesia Timur hingga Asia Pasifik.

“Dengan percepatan ini, Sulut berpeluang besar menjadi provinsi dengan kemajuan paling pesat. Namun ini hanya bisa terjadi jika masalah regulasi baik di tingkat pusat maupun daerah dapat segera diselesaikan,” tegas Delbert.

Ia juga menyampaikan kendala anggaran pusat yang menyebabkan dana untuk KEK Bitung dan KEK Pariwisata dipindahkan ke daerah lain. Bahkan proyek strategis seperti pembangunan Data Centre yang semula direncanakan di Sulut pun akhirnya dialihkan.

Delbert percaya bahwa Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus  memiliki kapasitas dan strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. “Dengan pendekatan ala Sandi Yudha yang dimiliki beliau, sebagaimana di dunia militer seperti Kopassus, saya yakin YSK mampu merebut kembali peluang besar yang selama ini terlewatkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejak era kemerdekaan hingga pasca-reformasi, Sulut kerap hanya menjadi "angin sorga" tanpa realisasi konkret, meskipun sejak 1920-an Bung Sam Ratulangi telah memprediksi pergeseran perdagangan dunia ke kawasan Asia Pasifik. Saat ini, negara-negara dengan neraca perdagangan terbesar memang berada di kawasan Pasifik dan Sulut terletak tepat di bibir Pasifik.

“YSK-VICTORY adalah harapan. Dan tanda-tanda keberhasilan sudah tergambar jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030. Sekarang tinggal kita tunggu realisasinya,” kata Delbert optimis.

Ventje Pinontoan, pengamat sosial, ikut memuji  tata kelola pemerintahan YSK-VICTORY yang sangat aspiratif dan akomodatif. Ia juga apresiasi  suasana yang tetap kondusif pasca pilkada, meningkatnya kegiatan keagamaan di berbagai daerah, serta respon cepat aparat terhadap dinamika Kamtibmas.

" Stabilitas keamanan, pembangunan antikorupsi, dan penguatan toleransi di Sulawesi Utara terus menunjukkan perkembangan positif," kata  pengamat sosial Ventje Pinontoan.

Lanjut Pinontoan,  pembangunan kerukunan dan toleransi saat ini tengah dirajut dengan baik, khususnya setelah sejumlah kegiatan keagamaan yang digelar di wilayah Bolaang Mongondow.

Menurutnya, meskipun sempat terjadi gangguan kecil, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga berkat respons cepat dari aparat kepolisian dan TNI.

“Kondisi wilayah secara umum sangat baik. Komunikasi publik pun berjalan efektif berkat peran Dinas Kominfo Sulut yang menjaga agar masyarakat tetap aspiratif. Ini artinya demokrasi berjalan, dan berbagai tuntutan masyarakat cepat ditangani,” ujarnya.

Pinontoan juga mengapresiasi respons cepat pemerintah terhadap bencana yang terjadi di Manado, Minahasa, Bolaang Mongondow, serta wilayah kepulauan. “Saya kira situasi saat ini masih sangat kondusif,” tambahnya.

Sementara itu, pengamat pemerintahan Ventje Rumambi menilai tata kelola dan sumber daya manusia di pemerintahan Sulut tetap berjalan maksimal.

Ia menyebut capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menjadi indikator positif terhadap kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus.

“YSK-VICTORY tidak gegabah mengambil langkah, termasuk dalam hal mencopot pejabat. Beliau tahu persis kinerja para bawahannya. Kalaupun ada keterlambatan, itu lebih karena pertimbangan regulasi,” kata Ruumambi.

Ia juga menyebutkan bahwa para pejabat, termasuk eselon II, terus diuji melalui skema kerja yang menuntut kecepatan dan kecermatan, serta didukung oleh regulasi yang tepat.

“Ini luar biasa. Terlihat jelas arahan Gubernur yang disampaikan Kadis Kominfo dalam berbagai media menunjukkan target kinerja tinggi. Bahkan pembahasan RPJMD dilakukan hingga larut malam demi memastikan agenda strategis berjalan,” ungkapnya.

Ruumambi menambahkan bahwa pendekatan strategi ‘sandi yudha’ yang digunakan oleh Gubernur YSK merupakan gebrakan baru. “Jika dulu strategi yang digunakan adalah politik, kini pendekatannya seperti strategi perang. Saya yakin ini akan berdampak baik karena mendorong percepatan pembangunan secara signifikan.”

Ia juga menilai, kedekatan antara Gubernur Sulut dengan Presiden RI Prabowo Subinato sebagai faktor penting dalam keberhasilan berbagai program strategis nasional di daerah.

“Kehadiran banyak menteri ke Sulut membuktikan bahwa hubungan itu nyata. Ini akan membawa lompatan pembangunan besar bagi Sulut ke depan,” pungkas Rumambi.

Peran Dinas Kominfo Sulut di bawah kepemimpinan Kadis Evans Steven Liow juga mendapat pujian. Komunikasi publik berjalan efektif, masyarakat merasa didengar, dan program-program strategis disampaikan secara transparan. “Kinerja Kominfo turut menjaga demokrasi tetap hidup dan partisipasi publik meningkat,” puji Pinontoan dan Rumambi. (*)


Editor : Tommy Waworundeng
#pembangunan #Rakyat #100 hari kerja #sulawesi utara #YSK #Victory