Latihan bilateral tahunan ini mempertemukan satuan dari 353rd Special Operations Wing militer Amerika Serikat dan sekitar 30 personel dari Satbravo 90, satuan Quick Reaction Force di bawah Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas, membangun kapasitas bersama, dan memperkuat kemitraan militer yang telah terjalin lama antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Latihan JCET Teak Iron 2025 difokuskan pada beberapa area operasional utama, antara lain:
- Pengintaian khusus (special reconnaissance)
- Keterampilan menembak tingkat lanjut (advanced marksmanship)
- Penembakan jarak jauh
- Pelatihan penanganan korban massal
“Ini merupakan kesempatan luar biasa—bukan hanya untuk berlatih bersama dan memperkuat keterampilan taktis, tetapi juga untuk saling belajar, tumbuh bersama, dan memperdalam persahabatan antara kedua negara kita,” ujar Komandan misi dari pihak Amerika Serikat.
“Ini adalah kesempatan untuk membangun kepercayaan, saling menghormati, dan menjalin kemitraan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Kolonel Rully Arifian, Komandan Satbravo 90 Kopasgat, menyampaikan, pihaknya menyambut hangat delegasi dari Komando Operasi Khusus Angkatan Udara Amerika Serikat. "Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama pertahanan dan interoperabilitas,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa latihan JCET Teak Iron 2025 memiliki nilai strategis yang signifikan dan menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta doktrin terkini dalam operasi khusus, sehingga memperkaya profesionalisme personel kedua negara.
Latihan JCET Teak Iron 2025 menegaskan eratnya hubungan pertahanan antara Amerika Serikat dan Indonesia, serta mencerminkan komitmen bersama terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan sejahtera.(***)
Editor : Tanya Rompas