Aspirasi ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap Dora Marie Sigar, perempuan berdarah Minahasa yang dikenal sebagai perawat bedah, dan juga ibu dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Selain sebagai penghargaan terhadap sosok Dora Sigar secara pribadi, gagasan ini juga dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap profesi perawat yang selama ini memegang peran penting di rumah sakit.
"Hal ini bukan hanya soal identitas, tapi juga penghormatan terhadap tenaga medis yang berdedikasi,” ujar dr Ingrit Giroth, Direktur RSUD Noongan.
Dora Marie Sigar sendiri memiliki latar belakang sosok perempuan lokal yang patut dikenang karena semangat pelayanannya yang tinggi dan kontribusinya terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
dr Giroth menyatakan kesiapan rumah sakit untuk mendukung apabila usulan ini mendapatkan respons positif dan fasilitasi dari pemerintah daerah.
“Jika aspirasi tersebut menjadi keputusan bersama yang difasilitasi oleh pemerintah daerah, kami pun siap mendukung,” tegasnya.
Dukungan terhadap usulan ini juga datang dari masyarakat umum. James Sekeon, warga Langowan, menyampaikan rasa bangganya karena Presiden Prabowo Subianto memiliki darah asli Langowan dari garis ibunya.
“Presiden Prabowo adalah anak Langowan lewat darah ibunya. Mengabadikan nama ibunya pada RSUD Noongan bukan hanya mengenang jasa kemanusiaan, tetapi juga memenuhi harapan masyarakat Langowan,” pungkasnya.
Dora Marie Sigar sendiri memiliki latar belakang sosok perempuan lokal yang patut dikenang karena semangat pelayanannya yang tinggi dan kontribusinya terhadap nilai-nilai kemanusiaan. (ryn)
Editor : Grand Regar