Kemensos diketahui membekukan 10 juta rekening bansos dengan saldo lebih dari Rp2 triliun lantaran dianggap sudah tidak aktif selama lebih dari 5 tahun.
PPATK juga bahkan menemukan lebih dari 550 ribu penerima bansos menggunakan dana bantuan untuk game online terlarang.
Kemensos bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) untuk melakukan analisis dan evaluasi terhadap rekening penerima bansos PKH BPNT yang tidak layak menerima bantuan.
Salah satunya, Kemensos menyebut bahwa akan memblokir rekening penerima bansos PKH dan BPNT yang ketahuan disalahgunakan untuk bermain game online terlarang.
Langkah tegas tersebut diambil, agar penyaluran bansos kedepannya bisa lebih tepat sasaran dan tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya, apalagi bertentangan dengan undang-undang.
Mensos juga sudah berkoodinasi dengan Presiden Prabowo Subianto, untuk bekerja sama dengan PPATK. “Kami sebenarnya ingin mengetahui lebih jauh," sambung Gus Ipul.
Setelah mendapatkan izin dari presiden, Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan nomor-nomor rekening tersebut kepada PPATK untuk dilakukan pengecekan secara teliti dan benar.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh PPATK menujukan sesuatu yang cukup mencengangkan. Bagaimana tidak kurang lebih ada 10 juta rekening penerima bansos yang diblokir karena dinilai tidak layak untuk menerima bantuan tersebut.
Ditambah lagi, PPATK juga menemukan data adanya penerima bansos yang menggunakan dana bantuan untuk transaksi game online terlarang. Hal itu tentunya menjadi masalah yang cukup serius, sehingga Kemensos berupaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan sangat tegas.
Dana bansos seharusnya digunakan oleh masyarakat untuk menyambung hidup, biaya pendidikan dan kesehatan bukan digunakan untuk hal-hal yang melanggar aturan di negara Indonesia.
Dengan adanya tindakan tegas yang dilakukan oleh Kemensos, diharapkan kedepannya tidak ada lagi penyaluran bansos yang salah sasaran sehingga tidak sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rekening penerima bansos yang akan diblokir oleh Kemensos dan tidak akan menerima bantuan sosial lagi adalah yang terindikasi digunakan untuk transaksi yang tidak diperbolehkan.
Nah untuk mengetahui apakah Anda termasuk dalam 10 juta rekening bansos yang dibekukan atau tidak, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
Cara termudah dan tercepat adalah dengan mencoba melakukan transaksi kecil dari rekening Anda, seperti:
- Cek saldo melalui ATM atau mobile banking
- Melakukan penarikan tunai di ATM
- Melakukan transfer ke rekening lain (Nominal kecil)
Jika transaksi berhasil, kemungkinan besar rekening Anda aktif dan tidak dibekukan.
Jika transaksi gagal atau Anda mendapat notifikasi bahwa rekening tidak aktif/diblokir, ini bisa jadi indikasi adanya masalah.
- Hubungi Bank Penyalur Bansos
Bank tempat Anda menerima bansos menjadi sumber informasi paling akurat terkait dengan status rekening.(gnr)
Editor : Grand Regar