Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sekolah Rakyat di Manado dan Minahasa Resmi Dibuka, 75 Siswa Angkatan Pertama Ikuti Pendidikan Gratis Berasrama

Lerby Fabio Tamuntuan • Senin, 14 Juli 2025 | 22:53 WIB

DIMULAI: Para siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) di Desa Tampusu, Kabupaten Minahasa, Senin (14/7/2025).
DIMULAI: Para siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) di Desa Tampusu, Kabupaten Minahasa, Senin (14/7/2025).
MANADOPOST.ID--Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 44 yang berlokasi di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) yang berlokasi di Sentra Tumou Tou Paal IV, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), resmi dibuka Senin (14/7/2025).

Sebanyak 75 siswa menjadi pelajar angkatan pertama sekolah yang menjadi gagasan Presiden Prabowo Subianto ini. Baik di SRMA maupun SRMP menerima sebanyak 75 siswa hasil dari seleksi yang dilakukan.

Kepala Sekolah SRMP 21 Manado, Fenny Kilikily, menyebut 75 siswa yang ada terdiri dari 39 pelajar laki-laki dan 36 pelajar perempuan. Pada peluncuran SRMP 21 Manado, Fenny mengungkapkan para siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama dua hari.

Sedangkan untuk proses pembelajaran terhadap siswa di SRMP 21 Manado, kata dia, akan mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan Kemensos. “Untuk jadwal pembelajaran, seperti di sekolah lainnya, hanya di tiga bulan awal kita akan ada kurikulum persiapan. Di situ anak-anak akan persiapan dan penyesuaian dulu,” kata Fenny.

Menurutnya, persiapan tersebut sangat dibutuhkan sehingga para siswa mampu beradaptasi dengan suasana sekolah dan asrama. Kemudian, dari segi kesiapan pembelajaran, Fenny mengungkapkan saat ini sekolah rakyat akan ditunjang oleh sebelas orang guru yang telah melalui seleksi ketat. “Kita punya sebelas orang guru. Ada guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling dan guru agama. Guru-guru ini sudah mengikuti seleksi yang ketat, mulai dari Kemendikdasmen hingga di Kemensos,” katanya kembali.

Terpisah, di SRMA yang berlokasi di Desa Tampusu, Minahasa, para siswa-siswi mendapat kunjungan dari Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS (Vasung). Kunjungan Wabup Vasung disambut para siswa angkatan pertama SRMA. 75 siswa ini, terdiri dari 37 siswa laki-laki dan 38 siswa perempuan. Kepada para siswa-siswi yang ada, Wabup Vasung berpesan agar serius dalam menuntut ilmu dan fokus dalam mengejar prestasi, demi masa depan yang lebih baik.

“Sekolah ini tidak dipungut biaya alias gratis. Selain pendidikan formal, Sekolah Rakyat ini mengajarkan kedisiplinan, kemandirian, nilai gotong royong serta membentuk karakter kalian, yang kelak bisa menjadi pemimpin dan berguna, baik bagi diri sendiri, maupun keluarga dan daerah,” ujarnya.

Dirinya juga mengapresiasi hadirnya SRMA di Kabupaten Minahasa, yang merupakan bagian dari program Pemerintah Pusat di bawah Kementerian Sosial RI. “Kita bersyukur Kabupaten Minahasa bisa memiliki Sekolah Rakyat, yang difasilitasi oleh Pemerintah Pusat. Hari ini adik-adik siswa siswi akan tercatat dalam sejarah sebagai angkatan pertama di tahun 2025,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup didampingi Kepala Dinas Sosial Minahasa dr Maya Rambitan MKes, Kepala Dinas Kesehatan dr Olviane Rattu MKes, Camat Remboken Victor Sengke, serta Hukum Tua Desa Tampusu.

Sekadar informasi, Sekolah Rakyat adalah program yang diinisiasi untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia yang belum bersekolah. Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama untuk memastikan para siswa mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang optimal. Fasilitas yang disediakan mencakup asrama bagi siswa dan guru serta ruang kelas yang dilengkapi dengan sarana belajar modern. 

Program ini melengkapi, bukan mengganti, sistem pendidikan yang sudah ada. Inisiatif ini dirancang untuk menjangkau anak-anak yang terhalang akses pendidikan karena faktor ekonomi, geografis, atau sosial. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi dasar pemilihan lokasi pendirian Sekolah Rakyat.(ler)

Editor : Lerby Fabio Tamuntuan
#Kabupaten Minahasa #Berita Pendidikan #Presiden Prabowo Subianto #sulawesi utara #Sekolah Rakyat #Berita Hari Ini #Kota Manado