MANADOPOST.ID- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali mempererat hubungan kerjasama dengan Jepang. Kali ini dengan Pemerintahan Prefektur Nagasaki, Jepang. Tercermin kala Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menyambut langsung Direktur Departemen Kebudayaan, Pariwisata dan Hubungan Internasional Mr Date Yoshihiro bersama jajarannya, Rabu (16/7).
Nampak Gubernur yang didampingi Wagub Victor Mailangkay bersama jajaran Pemprov, menyambut dari Wisma Negara Bumi Beringin Kota Manado. Diketahui, ada beberapa bahasan yang tercipta didalamnya. Terkait penguatan sektor pariwisata dan pembukaan peluang kerja serta magang bagi tenaga kerja asal Sulut di bidang perhotelan di Jepang.
Halnya disampaikan Plh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DKIPS) Denny Mangala. Menurutnya ada dua dua poros fokus kerja sama yang terbahas. "Gubernur Sulut secara tegas menyambut baik kolaborasi ini. Apalagi, Prefektur Nagasaki dan Sulut sama-sama memiliki karakteristik destinasi wisata bahari dan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam kerangka promosi lintas batas," katanya.
Lanjut Mangala yang juga menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra ini, kerja sama tersebut juga membuka peluang besar bagi generasi muda Sulut, untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi di luar negeri melalui jalur magang dan kerja di Jepang. "Terutama pada sektor industri pariwisata dan hospitality yang menuntut standar tinggi dan profesionalisme," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Yulius juga menyampaikan aspirasi penting Pemprov Sulut kepada Pemerintah Jepang, khususnya melalui Pemprov Nagasaki, yakni mendorong kembali beroperasinya jalur penerbangan langsung Tokyo Manado. "Penerbangan langsung ini sangat strategis, tidak hanya untuk mendongkrak arus wisatawan Jepang ke Sulut, tetapi juga mempercepat dan mempermudah mobilisasi tenaga kerja Sulut yang ingin bekerja di Jepang. Termasuk tenaga kerja Sulut yang bekerja di Jepang yang akan cuti di kampung halaman," terangnya.
Sebab menurutnya, konektivitas udara menjadi salah satu simpul utama dalam memperkuat relasi Sulut dalam konteks global. "Dengan dibukanya kembali jalur ini, akan tercipta aliran ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," tegasnya lagi.(*)
Editor : Reza Abdilah