Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tragedi KM Barcelona, Pria Ini Selamatkan Bayi 3 Bulan, Namun Harus Kehilangan Sang Kakak Perempuan

Ridel Palar • Senin, 21 Juli 2025 | 10:41 WIB
Jonly Lapay saat berada di di RS Bhayangkara Karombasan Manado.
Jonly Lapay saat berada di di RS Bhayangkara Karombasan Manado.

MANADOPOST.ID— Di tengah duka mendalam akibat tragedi kebakaran KM Barcelona V, kisah mengharukan datang dari seorang ASN Dinas Kominfo Talaud, Jonly Lapay, yang menunjukkan aksi heroik saat menyelamatkan seorang bayi berusia 3 bulan dari kobaran api yang melahap kapal di perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, Minggu (20/7/2025).

Dari penuturan para saksi dan keluarga korban, Jonly Lapay yang ikut dalam pelayaran naas tersebut, melihat seorang bayi yang berada dalam bahaya. Dalam kepanikan, ia mengambil inisiatif memasukkan bayi tersebut ke dalam sebuah fullbox gabus—tempat penyimpanan barang atau bahan—untuk melindunginya dari panas dan air. Setelah memastikan bayi aman, Jonly melompat ke laut bersama box tersebut, bertaruh nyawa demi menyelamatkan si kecil.

Namun di balik keberanian itu, duka mendalam menyelimuti Jonly dan keluarga. Dalam insiden yang sama, kakak perempuannya, Hasna Lapay, turut menjadi korban dan dinyatakan meninggal dunia.

“Semoga semua niat baik dan pengorbanan Pak Jonly dan keluarganya diberkati Tuhan. Kami turut berduka dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran,” ujar seorang kerabat keluarga.

Aksi Jonly Lapay pun mendapat simpati luas dari masyarakat dan netizen. Banyak yang menyebutnya sebagai pahlawan kemanusiaan, karena keberanian dan ketulusannya dalam menyelamatkan nyawa orang lain, meski harus kehilangan orang tercinta.

Tragedi KM Barcelona V menjadi catatan kelam dalam sejarah pelayaran Sulawesi Utara, namun kisah-kisah kepahlawanan seperti yang dilakukan Jonly Lapay menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, masih ada cahaya harapan dan kemanusiaan yang bersinar terang.(Del).

Editor : Angel Rumeen