Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jepang Butuh 1.000 Tenaga Kerja dari Sulut Setiap Tahun, Manado Post, LPK Gambatte, dan BP3MI Buka Pelatihan untuk Calon Pekerja Migran

Tommy Waworundeng • Jumat, 25 Juli 2025 | 07:12 WIB

 

Dari kiri Sensei Febry Paendong,  Tommy Waworundeng, Khairul Umum, dan Novseli
Dari kiri Sensei Febry Paendong, Tommy Waworundeng, Khairul Umum, dan Novseli

MANADOPOST.ID Kabar baik bagi generasi muda Sulawesi Utara yang ingin bekerja ke luar negeri, khususnya Jepang.

Negara Matahari Terbit itu membutuhkan sedikitnya 1.000 tenaga kerja asal Sulut setiap tahun.

Menjawab peluang besar ini, Manado Post, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Gambatte Mirai Manado, dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara menjalin kerja sama dalam pelatihan calon tenaga kerja migran ke Jepang.

Untuk membahas sinergi strategis ini, jajaran Manado Post dan LPK Gambatte melakukan kunjungan ke Kantor BP3MI Sulawesi Utara.

Dalam pertemuan tersebut hadir dari Manado Post Direktur Tommy Waworundeng, sementara dari LPK Gambatte dihadiri langsung Sensei Febry Paendong. Diterima pihak BP3MI, Ketua Tim Penempatan Khairul Umam, S.ST.Pi dan Kasubag BP3MI Sulut Novseli, S.STP.

Melalui kolaborasi ini, ketiga pihak berkomitmen membuka akses seluas-luasnya bagi putra-putri daerah untuk mengikuti Program Tokutei Ginou (SSW) atau Specified Skilled Worker.

Program ini merupakan jalur kerja resmi dan legal ke Jepang, yang menawarkan gaji kompetitif, fasilitas lengkap, serta peluang masa depan yang cerah.

"Kontrak kerja dalam program SSW bisa mencapai lima tahun, dan masih dapat diperpanjang hingga sepuluh tahun. Bahkan, pada tahap Tokutei Ginou 2 (TG2), peserta bisa membawa keluarga untuk tinggal di Jepang," jelas Khairul Umam S.ST.Pi, Ketua Tim Penempatan BP3MI Sulawesi Utara.

"Kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari upaya sistematis untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten, siap bersaing, dan dilindungi secara hukum di luar negeri. Pelatihan yang disiapkan akan mencakup penguasaan bahasa Jepang, keterampilan teknis, serta pemahaman budaya dan etos kerja Jepang," kata Sensei Febry Paendong.

"Para calon peserta yang lolos nantinya akan diberangkatkan sebagai pekerja migran resmi melalui jalur yang diawasi oleh  Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI). Sehingga hak dan kewajiban mereka terlindungi secara menyeluruh," tambah
Kasubag BP3MI Sulawesi Utara, Novseli S.STP.

Sementara itu Direktur Manado Post Tommy Waworundeng mengatakan, Manado Post terlibat serius di program pelatihan calon tenaga kerja ke luar negeri ini, karena untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulut, memajukan daerah lewat duta devisa, serta mengurangi angka pengangguran di daerah ketika lapangan pekerjaan minim.

“Kami sangat antusias menyambut program ini, karena selain membuka lapangan kerja, juga memberikan solusi pengembangan SDM lokal untuk pasar kerja Internasional. Tujuannya masyarakat sejahtera dan daerah maju karena sumbangan devisa dari warga Sulut yang jadi pekerja migran di Jepang,” ujar Tommy Waworundeng.

Informasi lebih lanjut terkait proses seleksi dan pelatihan bisa dilihat di iklan Manado Post atau hubungi nomor +62 813-4529-3061 (Malky). (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#BP3MI #Sulut #tenaga kerja #Manado Post #Jepang #Migran