Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Di Hari Anak Nasional, Indonesia Waspada, Konten Brainrot Sementara Merusak Otak Anak Bangsa, Contoh Tralalelo Tralala dan Shimpansini Bananini

Tommy Waworundeng • Jumat, 25 Juli 2025 | 19:44 WIB

 

Di Hari Anak Nasional, Indonesia Waspada,  Konten Brainrot  Sementara Merusak Otak Anak Bangsa,  Contoh Tralalelo Tralala dan Shimpansini Bananini
Di Hari Anak Nasional, Indonesia Waspada, Konten Brainrot Sementara Merusak Otak Anak Bangsa, Contoh Tralalelo Tralala dan Shimpansini Bananini

MANADOPOST.ID –Sampai Jumat (25/7) hari ini  pemerintah terus merayakan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli lalu.

Di momentum Hari Anak Nasional ini, Indonesia harus waspada dengan masa depan anak bangsa. Cita cita Indonesia emas bisa terancam.

Dikarenakan tanpa kita sadari, konten brainrot,  sementara merusak otak anak bangsa. 

Salah satu konten merusak otak anak
Salah satu konten merusak otak anak

Karena menurut Dr Nansi Santa, guru sekolah minggu, konten viral seperti lagu atau audio yang menggunakan kata-kata tidak senonoh, menghina nilai agama, dan melecehkan keyakinan, kini dengan mudah tersebar dan diakses anak-anak lewat platform populer.

Salah satu contohnya adalah lirik lagu aneh yang menyebut kata-kata seperti tralalelo tralala atau shimpansini bananini.

Konten seperti ini tidak hanya vulgar dan tidak mendidik, tapi juga berpotensi merusak nilai moral dan akhlak anak-anak.

Konten konten semacam ini dapat menyebabkan brainrot atau istilah populer yang mengacu pada penurunan kualitas berpikir dan mental anak akibat konsumsi konten digital yang merusak.

Anak-anak belum memiliki filter kognitif yang kuat. Mereka meniru apa yang mereka dengar dan lihat. Ketika konten berisi penghinaan agama atau kata-kata kasar terus dikonsumsi, ini bisa mengikis empati, sopan santun, dan bahkan identitas moral mereka.

Kepada platform digital dan para orang tua untuk lebih aktif dalam menyaring dan memantau konten yang dikonsumsi anak-anak.

Netizen pun banyak yang geram dan menuntut agar konten seperti ini segera ditindak dan dibatasi penyebarannya. Beberapa akun media sosial yang mengunggah konten serupa telah dilaporkan karena dianggap melanggar norma dan nilai-nilai Pancasila.

Di Hari Anak Nasional ini, penting bagi semua pihak—orang tua, pendidik, hingga regulator—untuk bergandeng tangan menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan mendidik bagi anak-anak Indonesia. Jangan biarkan ruang tumbuh mereka diracuni oleh konten-konten yang mengabaikan nilai kemanusiaan dan etika.

Brain rot" atau "pembusukan otak" adalah istilah populer yang menggambarkan penurunan fungsi kognitif, seperti kemampuan berpikir kritis, fokus, dan kreativitas, akibat paparan berlebihan terhadap konten digital yang dangkal dan berkualitas rendah, terutama di media sosial.

Istilah ini menjadi Kata Oxford Tahun 2024 karena mencerminkan kekhawatiran tentang dampak penggunaan media sosial yang berlebihan terhadap kesehatan mental. 

Penyebab dan Dampak Brain Rot:
Paparan Konten Berlebihan: Terlalu sering mengonsumsi konten pendek, cepat, dan kurang mendalam di internet, seperti video pendek di media sosial atau meme, dapat membuat otak terbiasa dengan stimulus instan dan kehilangan kemampuan untuk fokus pada tugas yang membutuhkan pemikiran mendalam.

Ketergantungan pada Stimulus Cepat: Otak menjadi kecanduan pada rangsangan yang cepat dan dangkal, sehingga kehilangan sensitivitas terhadap aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama seperti membaca buku atau menyelesaikan pekerjaan.

Dampak pada Kesehatan Mental: 
Brain rot dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, mudah terdistraksi, penurunan daya ingat, kesulitan belajar hal baru, bahkan kecemasan dan depresi. 

Mengapa Media Sosial Menjadi Pemicu Utama?
Media sosial dirancang untuk membuat pengguna terus-menerus menggulir (scrolling) konten, serta menawarkan komunikasi yang cenderung satu arah tanpa banyak kesempatan untuk pemrosesan informasi yang mendalam, sehingga memicu brainrot. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#merusak otak #konten #anak bangsa #Indonesia Waspada #hari anak nasional #brainrot