MANADOPOST.ID-Wakil Ketua Kadin Sulut Ivanry Matu dorong BUMD PT MSM kembangkan bisnis pembibitan dan peremajaan kelapa sebagai salah satu sumber PAD.
Sebelumnya Gubernur Mayjen TNI (Pur) Yulius Selvanus berharap, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Membangun Sulut Maju (PT MSM), menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wakil Ketua Kadin Sulut Ivanry Matu pun memberikan masukan agar PT MSM melirik usaha tanaman kelapa. Karena bisa mendatangkan keuntungan baik untuk PAD juga buat menguatkan ekonomi rakyat.
"Danantara invest di Sulut pasti untung. Ada potensi income Rp500 Miliar per tahun bisa didapat di awal dan program tanam/peremajaan 25 juta pohon kelapa," jelas Ivan.
'Balitpalma/BRMP menyampaikan bahwa animo masyarakt untuk membeli benih kelapa bido sangat tinggi bahkan dari luar daerah, dan harga per benih saat ini dijual harga Rp50.000/benih," tambah Ivan.
"Saat ini sudah ada kelapa varitas Bido sebanya 449 pohon yang ditanam sejak 2017 dan sudah berbuah lebat dan dijadikan induk untuk benih," kata Ivan.
Kemudian Ivan mengaku coba hitung-hitungan sederhana utk jual benih kelapa bido:
Lahan 5 Ha di Kayuwatu.
Setiap 2 bulan dipanen 1 tandan = 10-20 butir x 5-6 tandan x 500 pohon = 25.000 sampai 50.000 butir.
Misalnya di angka konservatif 30.000 setiap 2 bulan.
Panen setahun 6x = 180.000 butir x 10% loss = 160.000 buat benih x Rp. 50.000/benih =
8 miliar/ tahun.
"Jika dijual setengah harga saja Rp25.000 untuk warga Sulut dan Rp50.000 untuk daerah lain, maka setiap tahun ada potensi Rp5-6 miliar ( gross income)," jelas Ivan.
"Kalau ini dikelola BUMD Agribisnis maka ada tambahan minimal Rp5 miliar untuk PAD dari luasan 5 Ha saja," tambah Ivan.
Dalam roadmap jangka pendek di tahun ke 4 jika kita buat di lahan 500 Ha maka ada potensi PAD: Rp500-600 miliar.
Beberapa keuntungan jika BUMD PT Membangun Sulut Maju fokus terhadap tanaman kelapa adalah :
1. Branding Sulut penghasil kelapa terbesar akan kembali memainkan peran penting dalam industri kelapa dunia internasional.
2. Kurang dari 5 tahun Gubernur sudah sukses dengan peogram menanam/peremajaan minimal 25 juta pohon baru (di lahan 200.000 hektare)
3. Sulut pusat industri coconut (hilirisasi kelapa)
4. Menjaga identitas Sulut sebagai daerah “ Nyiur Melambai” ( logo Sulut)
5. 10 tahun dari sekarang masyarakat Sulut akan sejahtera karena hilirisasi kelapa akan terbentuk dan ekosistem Industri kelapa dimana ada lebih dari 100 produk turunan kelapa dengan nilai ekonomi tinggi ( sabut, tempurung, batang, lidi, VCO, bungkil, dll)
Karena itu Wakil Ketua Kadin Sulut Ivanry Matu menegaskan, Sulut harus ada industri kelapa.
Karena ketiika produksi sudah meningkat maka BUMD agribisnis yang bekerjsama dengan DANANTARA sudah bisa mengelola industri produk turunan kelapa untuk dalam negeri maupun ekspor, dan strategi ini sudah bisa dimasukkan dalam milestone di roadmap KEK Bitung. Ini lah yang akan menghidupkan KEK Bitung yang selama ini tidak jalan," jelas Ivan. (*)