Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Anak Tunggal, Kebanggan Orang Tua, Tapi Takdir Berkata Lain, Joel Alberto Tanos Pergi di Usia Muda, Rencana Lanjutkan Sekolah di Swiss

Ayurahmi Rais • Selasa, 5 Agustus 2025 | 12:44 WIB
Joel Alberto Tanos
Joel Alberto Tanos

 

MANADOPOST.ID- Takdir kematian seseorang benar-benar rahasia Tuhan. Kepergian Joel Alberto Tanos, tidak hanya meninggalkan duka cita yang dalam bagi ke dua orang tua, oma, opa, sahabat dan kerabatnya.

Namun, kepergian lelaki berusia 18 tahun ini menjadi kabar yang sangat menyedihkan bagi banyak orang.

Media sosial Facebook Manado Post yang memuat berita soal kepergian Joel dipenuhi komentar belasungkawa.

Banyak dari mereka yang turut merasakan kehilangan. Terlebih Joel dikenal sebagai sosok anak yang baik dan rendah hati. Meskipun terlahir dari keluarga yang berada, ia tak pernah memilih-milih teman dan mau berbaur dengan siapa saja. 'Tuan Muda' atau 'Bos Kecil' begitulah dia dipanggil oleh sebagian orang.

Joel sendiri merupakan putra tunggal. Ayahnya bernama Nando Tanos dan Ibunya Estee Anatasia Londa. Ia juga merupakan cucu dari PnT Jane panggey dan Bapak Tommy Londa.

Seperti diberitakan Manado Post sebelumnya, kepergian Joel ini karena menjadi korban penganiayaan.

Menurut laporan Subdit III Jatanras Polda Sulut, yang dikutip dari akun Hotspot Manado, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WITA.

Korban Joel, awalnya mencari kekasihnya di rumahnya di Karombasan. Karena tidak berada di tempat, korban mendapat informasi dari seorang saksi bahwa kekasihnya sedang berada di lokasi kejadian (TKP).

Bersama tiga orang saksi, korban kemudian mendatangi sebuah rumah di Jalan Sion. Setibanya di sana, krban mendapati kekasihnya memang sedang minum miras bersama para trsangka dan teman-temannya.

Terbakar api cemburu dan emosi, krb*n langsung mendobrak pintu rumah dengan keras. Naas, dobrakan pintu tersebut mengenai para tersangka yang kebetulan duduk di belakangnya.

Tindakan krbon memicu reaksi keras dari trsangka pertama, AMR alias Abdul (29), yang langsung menegur krb*n. Adu mulut tak terhindarkan dan dengan cepat berujung pada prkelahian.

Di tengah prkelahian, trsangka kedua, ES alias Ervan (27), turut serta mmukul dan secara brutal mnikam krban di beberapa bagian tubuh, termasuk dada kiri, pinggul kiri, dan leher bagian depan. Total, krban menderita lima luka tikaman.

Melihat kejadian tersebut, para saksi berusaha melerai dan hendak membawa krban ke rumah sakit. Namun, tersangka AMR dilaporkan masih terus mengejar dan memukuli krban dengan tangan kosong saat hendak dilarikan.

Korban akhirnya berhasil dibawa oleh rekan-rekannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado dalam kondisi kritis. Namun, nyawanya tak tertolong. Pihak dokter menyatakan krb*n telah mningg*l dunia pada saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 08.05 WITA.

Tak butuh waktu lama, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Sario, Tim Resmob Polresta Manado, dan Tim Resmob Polda Sulut berhasil mengamankan kedua pelaku, Abdul Muchlis Rawasi dan Ervan Siging, di salah satu rumah pelaku di Kelurahan Sario Kota Baru.

Polisi juga menyita barang bukti berupa tiga bilah pisau, termasuk satu pisau yang diduga kuat digunakan untuk mnikam korban.

Saat ini, kedua trsangka beserta para saksi telah diamankan dan diserahkan ke Polda Sulut untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Selamat jalan Joel, semoga keluarga diberi penghiburan dan ketabahan.

Editor : Ayurahmi Rais
#korban penikaman #Tuan Muda #Miras #Bos kecil #Putra Tunggal #Penikaman di Manado #Karombasan #Joel Alberto Tanos