MANADOPOST.ID- Jesen Bengi, satu dari banyaknya orang yang merasakan duka atas kepergian Almarhum Alberto Joel Tanos.
Dalam vidio yang beradal, lelaki itu menangis dan masih belum menerima kepergian sang sahabat.
Dengan berurai air mata ia mengaku menyesal, kenapa membiarkan Joel malam itu pergi. "Jika sama-sama malam itu, hal ini tidak akan terjadi," ucapnya menggunakan dialeg Bahasa Manado.
Mendengar hal itu, ibunya mengatakan, jika semua hal yang terjadi adalah takdir. Waktu tak bisa diputar kembali.
"Ya sudah, andai saja waktu bisa diputar dan bilang malam itu tidak keluar rumah. Tapi semua sudah terjadi," timpa ibunya.
Jesen pun mengenang kebaikan Almarhum semasa hidup. Mereka adalah dua orang yang sering bersama.
Bahkan saat Jesen sakit, Joel merawatnya dengan baik di rumah milik Joel."Dia baik sekali. Waktu sakit dia merawat saya di rumah Karombasan," tambahnya sambil menangis.
Pengakuan Jesen hanya satu dari banyaknya kesaksian orang lain atas kebaikan Almahrum.
Banyak dari mereka yang mengatakan, jika semasa hidup Almarhum tak pernah memilih-milih teman.
Editor : Ayurahmi Rais