Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Cerita di Balik Tampilnya Tarian Perang Suku Minahasa Kabasaran di HUT ke-80 RI Istana Negara

Tommy Waworundeng • Selasa, 19 Agustus 2025 | 21:14 WIB


Andre Opa Sumual dan Brigjen. Pol. Christ Reinhard Pusung
Andre Opa Sumual dan Brigjen. Pol. Christ Reinhard Pusung

Catatan: Lisa Malonda

MANADOPOST.ID-Bermula di whatsapp Andre Opa Sumual yang akrab di panggil Opa di bulan Juli. Menyampaikan sedang sibuk mengupayakan untuk mendatangkan 250 personil untuk menari di Istana  sehingga tidak dapat hadir di meeting cluster KKK, dimana beliau ada di cluster saya sebagai wakil ketua bidang Pariwisata.

Andre Sumual atau Opa bercerita bahwa beliau mendapat tugas untuk persiapan di penampilan kesenian di upacara 17 Agustus 2025 dan beliau berencana menampilkan tarian kolosal Maengket, namun kemudian berganti rencana untuk menampilkan tarian kolosal Kabasaran.

Di akhir bulan Juli, menjelang pelantikan KKK, Opa menanyakan ke saya kalau bisa mengupayakan 50 anak muda untuk menjadi bagian dari tarian kolosal bhineka tunggal ika bersama provinsi-provinsi lain.

Kemudian sesaat setelah pelantikan dan pengukuhan pengurus KKK, Opa menghampiri dan kembali menyampaikan bahwa Opa memerlukan 200 personil segera dari KKK untuk tarian kabasaran karena tidak berhasil mendatangkan sebanyak itu dari Sulawesi Utara. Selain itu memerlukan 50 muda mudi untuk turut serta di tarian bhineka.

Andre Opa Sumual dengan para penari Kabasaran
Andre Opa Sumual dengan para penari Kabasaran

Puji Tuhan, dengan sigap Ketua Umum Angelica Tengker beserta Sekjen Michael Lakat  serta Bendum Aryasa Supit mempersiapkan segala sesuatunya bersama Bidang Kebudayaan DPP KKK.

Tarian Kawasaran Sumiri Si Tonaas Wangko um Banua dipersiapkan. Dimulai dengan pendaftaran dan penyeleksian peserta dibawah koordinator dari Jimmy Endey dan Felix Luntungan dan juga Jahja Maramis, untuk segera mendapatkan 200 personil kabasaran.
100 orang kabasaran disupport oleh sanggar sanggar Minahasa.
100 orang lagi adalah anggota-anggota KKK.
Yang luar biasa Pimpinan Tari Kabasaran adalah Brigjen Pol Chris Pusung.

Koreografi tari Kabasaran kemudian diberi sentuhan koreo oleh Eko Supriyanto dan Penari Kabasaran ditambahkan dengan 42 penari dari Eko Dance Company yang menari dengan koreo khusus dari Eko.

Lisa Malonda
Lisa Malonda

Tidak mudah tentunya mempersiapkan segala sesuatunya untuk KKK menjadikan Tarian Kabasaran tampil prima di upacara penurunan bendera di istana pada tgl 17 Agustus 2025 kemarin.

Latihan latihan awal di ASMI yang dipimpin oleh nobito Nobhito Telew Wowor dan rekan rekan sanggarnya yang kemudian diambil alih oleh Eko Dance Company dengan referensi dari Andre Opa serta Nobbi.

Sejawat waketum KKK, Fabian Sarundajang turut selalu hadir menyemangati tim kabasaran dan mempersiapkan tim kesehatan dari dokter samuel senduk selama latihan.

Mercy Wowor dan kawan kawan menyiapkan baju kabasaran untuk 100 orang. Banyak pihak lain juga yang memberikan support untuk suksesnya Kabasaran tampil.

Saya sendiri kemudian fokus untuk mewakili KKK di tim penari bhineka bergabung bersama Tim Kesenian Meyvi Christine yang menggaungkan nama Sulawesi Utara dan bersama official perwakilan Genpi Sulut Ibu Marianne Walukow.

Terima kasih kami kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Bpk Gubernur Yulius Selvanus Komaling, Ibu Anik Wandriani dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara atas dukungan dan supportnya.

Kami memulai kegiatan persiapan dari 9 Agustus sampai dengan 17 Agustus dan hanya mempunyai 1 hari off di hari Jumat tanggal 15 Agustus.

Kami (Meyvi, Anne dan Saya) menjadi officials dari tim Minahasa yang mengikuti tari payung di rangkaian tarian bhineka tunggal ika, tarian payung diikuti oleh 200 anak anak muda dari 4 daerah yaitu
50 dari Minahasa / Sulawesi Utara
50 dari Kalimantan Barat
50 dari Banyumas
50 dari DKI Jakarta.
Total penari bhineka tunggal ika adalah 365 penari kolosal.

Muda mudi ini berlatih 4 hari di lapangan Madya GBK dan 4 hari di Istana Presiden. Latihan 9 jam per hari di lapangan madya GBK dengan disiplin tinggi ala militer, di bawah terik matahari GBK sampai jam 9 dan 10 malam.

Mental anak anak muda pastinya naik level.
Peluh dan letih serta air mata di awal awal latihan mempersatukan mereka.
Kebersamaan mereka dibentuk karena 1 atau beberapa orang membuat salah, seluruh 200 muda mudi ini yang baru pertama kali bertemu di lapangan dan harus segera kompak berusaha untuk tidak membuat kesalahan agar tidak harus mengulang terus menerus sampai semua menguasai gerakan.

Latihan di Istana dimulai pagi hari bahkan subuh subuh muda mudi ini harus sudah siap untuk latihan-latihan ; mulai dari blocking, latihan formasi, GR Kostum dan Make Up, Gladi Kotor dan Gladi Bersih sampai tampil di Upacara Pagi Pengibaran Bendera.

Walau kulit mereka menjadi legam terpapar matahari selama seminggu, tapi pancaran muka berseri di saat tampil
membuat kami tim official terutama semua pelatih pelatih dari Eko Dance Company, bahkan Eko sendiri menitikkan air mata bangga dan terharu.

Akhir kata, saya ingin mengucapkan lagi banyak terima kasih banyak kepada Andre Sumual / Opa yang membuka jalan & memberi kesempatan bagi kami semua bisa tampil di tarian Bhineka dan tarian Kabasaran.

Riuh pujian dan tepuk tangan, tidak hanya untuk yang tampil tetapi juga untuk kami yang di belakang layar dan terutama ke 1 orang yang membuka jalan. Kesempatan besar yang di support berbagai pihak sehingga haruslah nama KKK untuk bisa turut tampil di Istana.

Lalu, bagi yang tidak mengenal Eko Supriyanto, koreografer tarian Bhineka Tunggal Ika dan Tarian Kabasaran. Eko Supriyanto adalah seorang koreografer tari yang berperan sangat besar di acara Upacara Pagi dan Sore 17 Agustus 2025 di perayaan 80 tahun Indonesia merdeka.

Eko Supriyanto lahir 26 November 1970 adalah penari, koreografer, dan dosen. Namanya mulai di kancah internasional saat ditunjuk oleh penyanyi Madonna untuk menjadi penata tari di 268 konsernya di berbagai negara.

Pertunjukan Lion King di Teater Broadway New York, Amerika Serikat juga tak lepas dari sentuhan karyanya. Eko juga terlibat sebagai penata tari untuk ajang Miss World yang diselenggarakan di Bali (2013) dan Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang. (sumber : Wikipedia). (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#istana negara #Tarian Perang #Minahasa #HUT ke 80 #kabasaran