Tragedi ini kembali menelanjangi wajah kelam praktik pertambangan tanpa izin (peti) yang selama ini berlangsung tanpa pengawasan ketat dari pemerintah.
Fakta di lapangan menunjukkan, tambang ilegal sama sekali tidak memiliki standar keselamatan. Pekerja hanya mengandalkan alat seadanya, tanpa jaminan kecelakaan kerja, tanpa perlindungan hukum, dan tanpa perusahaan yang siap bertanggung jawab.
Nyawa mereka seperti dikorbankan untuk mengisi kantong segelintir orang yang mengelola tambang secara liar.
Lebih gawat lagi, dampak kerusakan lingkungan semakin nyata: air tercemar, hutan rusak, hingga tanah rawan longsor. Ironisnya, keuntungan besar justru dinikmati para cukong pengelola tambang ilegal, sementara masyarakat sekitar hanya menanggung risiko.
Negara pun dirugikan karena potensi pendapatan hilang begitu saja. Seperti kata Presiden Prabowo Subianto pekan lalu, akibat maraknya praktik tambang ilegal, negara rugi Ro300 triliun.
"Saya beri peringatan, apakah ada orang-orang besar orang-orang kuat, jenderal-jenderal dari mana pun, apakah jenderal dari TNI atau jenderal dari polisi atau mantan jenderal, tidak ada alasan kami akan bertindak atas nama rakyat," warning Presiden Prabowo saat Sidang Tahunan DPR/MPR/DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025) siang.
“Selain itu, sebagai pemimpin partai politik, Prabowo pun mengingatkan agar penertiban tambang ilegal juga menyasar anggota parpol yang nakal,” tegasnya.
"Termasuk partai saya, Gerindra, cepat-cepat, kalau anda terlibat, anda jadi justice collaborator. Anda laporan aja, karena kalau pun, kau Gerindra, tidak akan saya lindungi saudara-saudara," kata Prabowo.
Karena itu, aparat dan pemerintah tidak boleh tinggal diam. Para pengelola tambang ilegal harus ditangkap dan diproses hukum dan tidak kalah menghadapi praktik tambang ilegal yang jelas-jelas merusak dan mematikan.
Tata kelola resmi akan memastikan pekerja memperoleh jaminan kerja, pemerintah mendapat pemasukan, masyarakat sekitar memiliki pekerjaan legal, dan lingkungan bisa diselamatkan.
Tragedi Bowone seharusnya menjadi alarm keras: hentikan tambang ilegal, tangkap para pengelola, dan jadikan pengelolaan tambang sebagai instrumen kesejahteraan, bukan kuburan bagi rakyat kecil.(gnr)
Editor : Grand Regar