MANADOPOST.ID – The 1st International Workshop on Indonesian Coelacanth dibuka Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Sumber Daya Alam, Prof Benny Pinontoan, PhD pada Kamis (21/08/25) di Grand Whiz Hotel, Manado.
Kegiatan internasional ini menghadirkan delegasi dari Jepang, Tiongkok, Bolivia, Uruguay, serta Indonesia, dengan agenda utama membahas delapan materi presentasi seputar riset dan konservasi ikan purba coelacanth yang merupakan kekayaan hayati langka di perairan Indonesia.
Usai sesi pleno, peserta workshop mendapat kesempatan melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus di Kediaman Rumah Dinas Bumi Beringin, membicarakan arah kerja sama internasional dalam pelestarian spesies ini.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada 21 Agustus 2025, peserta juga melakukan inspeksi spesimen coelacanth di PT Ami Pacific Morotai Bitung.
Selanjutnya, pada 23–24 Agustus 2025, beberapa peneliti dijadwalkan mengunjungi International Coelacanth Research Center and Marine Museum di Desa Motabang, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Lokasi ini sekaligus menjadi home base penelitian laut yang melibatkan berbagai institusi, seperti PSP FPIK Unsrat, ITM, Strategic Center Persada Indonesia, Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa, serta Bagian Pariwisata Unklab.
"Workshop ini menandai langkah penting dalam memperkuat jejaring internasional untuk penelitian dan konservasi coelacanth, sekaligus menempatkan Sulawesi Utara sebagai pusat perhatian dunia dalam riset biodiversitas laut," ungkap Pakar Kelautan Unsrat Manado Prof Alex Masengi. (mpd)
Editor : Filip Kapantow