MANADOPOST.ID--Pidato kenegaraan Presiden Prabowo yang berapi-api pada 15 Agustus 2025 agar STOP & BERHENTI tambang ilegal se Indonesia masih belum ampuh.
Akibatnya pekan lalu, dua penambang di areal Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tewas tertimbun longsor di kampung halaman Presiden Prabowo, Sulawesi Utara.
Terinformasi, dua penambang yang tewas itu adalah Jati Lomboh dan Victor Pontoh, asal Sangihe yang tewas di Dusun Entana Mahamu, Sangihe, Sulut.
Begitu kejadian, Tim SAR langsung melakukan penggalian dan berhasil ditemukan Jumat (22/8) malam dalam kondisi tewas mengenaskan, serta langsung diserahkan kepada keluarga korban di rumah duka.
“Bila saat Presiden Prabowo memberi perintah agar ditutup tambang ilegal, pasti tidak akan terjadi peristiwa mengenaskan ini,” ungkap Refindo L, warga.
Olehnya, banyak warga berharap agar Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri RI Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo cepat tanggap dengan perintah Indonesia 1.
“Begitu keluar kata kata dari mulut Prabowo agar tambang ilegal ditutup, harusnya Panglima TNI dan Kapolri segera keluarkan instruksi ke daerah-daerah,” ungkap warga. “Jangan takut terhadap keterlibatan jenderal-jenderal dan elit politik yang memback up bisnis superharam ini,” tambah mereka.(*)
Editor : Clavel Lukas