MANADOPOST.ID- Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) menanggapi berbagai aksi demonstrasi yang terjadi saat ini. Dengan seruan pastoral, yang dilayangkan oleh Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) tertanggal 30 Agustus 2025, untuk seluruh warga gereja. Di Sulawesi Utara, di lingkungan pelayanan GMIM.
Ada beberapa poin yang tertuang didalamnya. Yang ditandatangani langsung Plt Ketua BPMS GMIM Pdt Janny Rende dan Sekum Pdt Evert Tangel. "Saudara-saudara kekasih dalam Tuhan Yesus Kristus, dalam beberapa waktu terakhir, kita menyaksikan dinamika sosial dan politik di tanah air, termasuk adanya aksi-aksi demonstrasi di berbagai daerah yang terjadi sebagai bentuk penyampaian aspirasi rakyat," katanya.
"Sebagai bagian dari masyarakat, Gereja memahami bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Namun, dengan penuh keprihatinan, kita juga melihat bahwa sebagian aksi tersebut berujung pada tindakan anarkis, perusakan dan kekerasan yang mengganggu stabilitas keamanan, menimbulkan keresahan masyarakat serta merugikan kepentingan bersama," tambahnya.
Maka menyikapi situasi ini, GMIM terpanggil
untuk menyampaikan seruan pastoral bagi seluruh warga Gereja Masehi Injili di Minahasa. Pertama sebagai orang percaya, kita diajak untuk menjalani hak berpendapat secara bijak, bermartabat dan dalam bingkai hukum. "Rasul Paulus mengingatkan kita dalam Roma 13:1 untuk tunduk kepada pemerintah sebagai hamba Allah bagi kebaikan. Oleh sebab itu, segala bentuk aspirasi hendaknya disampaikan dengan cara-cara damai, bukan dengan kekerasan yang melukai sesama maupun merusak lingkungan hidup bersama," tegasnya.
Di poin kedua, gereja menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, anarkisme dan perusakan bukanlah
jalan Kristus. Firman Tuhan berkata:"Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik; carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!"(Mazmur 34:15). "Mari kita menjadi umat yang membawa damai, bukan menambah luka dan perpecahan," tambahnya.
Ketiga dalam seruan tersebut, bahwa keyakinan sebagai umat Tuhan, kita senantiasa terus berdoa bagi pemerintah, aparat keamanan dan seluruh rakyat Indonesia, agar dalam kebersamaan dan hikmat,
mampu mengambil keputusan yang bijak demi keadilan, kesejahteraan, dan perdamaian bangsa. "Keempat dalam situasi bangsa yang penuh tantangan ini, marilah kita tampil sebagai pembawa damai, teladan dalam sikap, serta sumber penghiburan dan pengharapan bagi sesama. Janganlah kita terprovokasi oleh narasi yang memecah belah, melainkan berkomitmen untuk membangun persaudaraan sejati di tengah masyarakat," tegasnya lagi.
"Dengan penuh kasih, gereja mengimbau seluruh warga jemaat untuk tetap tenang dan waspada. Jadilah pembawa damai yang setia kepada Kristus, sekaligus warga negara yang bertanggung jawab dalam menjaga ketertiban dan keamanan bangsa. Kiranya Tuhan Yesus Kristus, Sang Raja Damai, menolong kita semua untuk tetap setia berjalan dalam kasih, kebenaran dan kedamaian," kata BPMS diakhir seruan pastoral.
Editor : Reza Abdilah