MANADOPOST.ID — Di tengah meningkatnya sensitivitas sosial dan politik yang melanda Tanah Air, Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara mengeluarkan Seruan Damai yang ditujukan kepada seluruh umat dan masyarakat luas.
Seruan ini ditandatangani langsung Ketua Majelis Daerah GPdI Pdt Yvonne J Awuy Lantu dan Sekretaris Pdt Hanny SD Awuy MTh.
Dengan dasar Firman Tuhan dari Matius 5:9, Roma 12:18, 1 Timotius 2:1-2, 2 Tawarikh 7:14, dan Yeremia 29:7, GPdI menekankan peran gereja sebagai garam dan terang dunia—menjadi penyejuk, pembawa damai, serta perekat persaudaraan di tengah masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, GPdI Sulut menegaskan komitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan, dan mengajak umat untuk berdiri bagi kebenaran dengan cara yang lembut, sopan, dan penuh kasih.
Berikut poin-poin utama Seruan Damai tersebut:
1. Menjaga sikap dan perkataan — berbicara dengan sopan dan tidak terpancing emosi maupun hinaan.
2. Menyaring informasi — memeriksa kebenaran berita, menolak hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian.
3. Taat pada aturan hukum — menyampaikan pendapat dengan damai dan tertib tanpa merusak fasilitas umum.
4. Mengutamakan dialog — saling mendengar dan melibatkan pemimpin rohani sebagai penengah bila diperlukan.
5. Menjadikan gereja sebagai rumah aman — menyediakan ruang doa, konseling singkat, dan akses bantuan.
6. Mendukung generasi muda — mengajarkan etika bermedia, cara cek fakta, dan bagaimana menanggapi hoaks secara bijak.
7. Membangun budaya doa — menetapkan waktu doa keluarga setiap hari untuk bangsa, pemimpin, dan aparat keamanan.
Sekretaris Majelis Daerah GPdI Sulut, Pdt. Yronce LyAwry Late, menegaskan bahwa gereja tidak boleh tinggal diam di tengah situasi bangsa yang penuh tantangan. Gereja harus menjadi kekuatan rohani yang meneguhkan damai sejahtera dan persatuan nasional.
“Kiranya Api Pentakosta meneguhkan kita menjadi pembawa damai: tegas dalam kebenaran, lembut dalam kasih, dan setia menjaga persatuan. Tuhan Yesus memberkati Indonesia. Shalom.”
Dengan seruan ini, GPdI Sulut berharap seluruh umat Kristen dapat menjadi pionir perdamaian, pelaku kebenaran yang penuh kasih, serta agen pemulihan bangsa yang tengah berjuang melewati masa sulit. (*)