MANADOPOST.ID- Aliansi Mahasiswa di Sulawesi Utara turun ke jalan. Kembali menyambangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Kamis (4/9). Ratusan massa aksi yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Gerakan September Hitam (Geram) ini menyampaikan 17 tuntunan kepada para wakil rakyat di Sulawesi Utara.
Nampak ada 11 tuntutan nasional dan 6 tuntutan lokal. Yang disampaikan secara damai. Terlihat perwakilan mahasiswa langsung berdialog dengan pimpinan dan anggota DPRD Sulut, didepan gerbang. Duduk melantai bersama mahasiswa, secara santunan menyampaikan serta menanggapi apa yang jadi tuntutan.
Begini isi tuntutannya:
Hidup Rakyat!
SEBELAS TUNTUTAN NASIONAL:
Mengevaluasi dan mereformasi kinerja Rezim Prabowo-Gibran
Reformasi menyeluruh di tubuh DPR-RI
Menolak Militerisasi Ruang Sipil
Mencopot Kapolri dan segera reformasi tubuh Polri
Transformasi Partai Politik dan Revisi UU Pemilu
Segera Sahkan RUU Masyarakat adat, Perampasan Aset, PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan tanpa
skema Omnibus Law
Tolak Revisi RKUHAP Tanpa Partisipasi Bermakna
Naikkan upah minimum tahun 2026 sebesar 8,5 persen sampai 10,5 persen
Cabut PP 35/2021 Tentang Perjajian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat
dan Pemutusan Hubungan Kerja
Reformasi Kebijakan Perpajakan
Hentikan Kriminalisasi terhadap pembela HAM
ENAM TUNTUTAN LOKAL...
Berikan Jaminan Kesejahteraan dan jaminan kesehatan kepada pekerja di sektor informal lewat Perda Sulut
Hentikan Perampasan Ruang hidup di wilayah agraria dan kemaritiman (Tolak reklamasi Manado Utara dan Perampasan lahan pertanian di desa Kalasey II)
Mendesak DPRD Sulut Untuk se-segera mungkin mendorong Pemprov Sulut untuk mengesahkan
Ranpergub Disabilitas.
DPRD Sulut wajib mendesak Polda Sulut untuk Mempercepat penanganan kasus kekerasan seksual
Polda Sulut harus segera menghentikan dan usut tuntas represifitas yang dilakukan oleh oknum aparat
kepolisian terhadap Massa aksi
Segera hentikan pelibatan ormas dalam pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan
tindak tegas oknum-oknum ormas yang melakukan intimidasi terhadap massa aksi.
Editor : Reza Abdilah