Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Minahasa Berduka! Tonaas Jussac Rumambi, Sang Tokoh Kabasaran Nasional Tutup Usia

Lerby Fabio Tamuntuan • Senin, 8 September 2025 | 22:49 WIB

Almarhum Tonaas Jussac Rumambi semasa hidup.
Almarhum Tonaas Jussac Rumambi semasa hidup.
MANADOPOST.ID--Kabar duka menyelimuti masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) suku Minahasa, khususnya para pemerhati budaya dan organisasi masyarakat (Ormas) adat. Salah satu tokoh yang dikenal konsisten melestarikan budaya Minahasa, Tonaas Jussac Rumambi, berpulang ke rumah Bapa di surga pada Minggu (7/9/2025) tengah malam di Jakarta.

Nama Tonaas Jussac Rumambi begitu akrab di kalangan pelestari budaya. Ia adalah figur yang selalu hadir dalam berbagai kegiatan seni dan adat Minahasa, bahkan hingga ke luar negeri. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi komunitas budaya, sebab almarhum bukan hanya sekadar penggiat, tetapi juga sosok teladan yang mengabdikan diri tanpa pamrih.

Semasa hidup, Jussac dikenal aktif dalam organisasi masyarakat Patriot Manguni Makasiouw. Ia sering terlibat dalam berbagai kegiatan bakti sosial, membuktikan bahwa nilai budaya tidak hanya hadir dalam tarian atau busana, tetapi juga tercermin dalam kepedulian terhadap sesama.

Selain itu, Tonaas Jussac merupakan bagian dari Tim Kabasaran Sanggar Bapontar Jakarta. Melalui tarian perang khas Minahasa itu, ia konsisten memperkenalkan identitas Minahasa ke khalayak luas. Bagi Jussac, Kabasaran bukan sekadar tarian, melainkan simbol keberanian, kehormatan, dan kebanggaan sebagai orang Minahasa.

Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah saat ia menerima penghargaan Busana Daerah Terbaik dari Presiden Joko Widodo pada Upacara Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2017 di Istana Negara. Momen itu menjadi bukti nyata dedikasinya dalam mengangkat budaya daerah ke panggung nasional.

Bagi rekan-rekan sekomunitas, Jussac bukan hanya seorang Tonaas, tetapi juga sahabat, kakak, dan panutan. “Beliau selalu menekankan bahwa budaya harus dijaga, bukan sekadar ditampilkan. Karena budaya adalah jati diri kita sebagai orang Minahasa,” kenang sejumlah sahabat dekat almarhum.

Rasa kehilangan juga terlihat dari unggahan Tokoh Masyarakat dan Adat Sulut Andy Rompas. Dirinya merasa begitu kehilangan sosok Jussac Rumambi. Dalam unggahan di akun facebooknya, Andy Rompas menyampaikan. "Selamat Jalan Sahabatku," tulisnya.

Kemudian di unggahan berikutnya, Andy Rompas mengenang masa-masa dimana almarhum Jussac Rumambi sebelum berpulang. "Sak. Torang sayang pa nga, mar Tuhan Yesus lebe sayang pa nga. Selamat jalan kawan, sahabat, sodaraku Jussac Rumambi," tulisnya.

Kini, Minahasa kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namun, jejak karya dan semangat yang diwariskan Tonaas Jussac Rumambi akan terus hidup dalam setiap langkah pelestarian budaya. Sosoknya akan selalu diingat sebagai pejuang budaya, yang dengan rendah hati menyalakan semangat cinta tanah leluhur di hati banyak orang.

Rest in peace, Tonaas Jussac Rumambi. Warisan budaya yang telah engkau jaga akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Minahasa.(ler)

Editor : Lerby Fabio Tamuntuan
#Jussac Rumambi #rest in peace #Suku Minahasa #Kabar Duka #Sulut #tokoh budaya #kabasaran