Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Menkeu Yang Baru Tidak Hanya Omon Omon, Berikut 10 Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Menuju Rakyat Maju Sejahtera

Tommy Waworundeng • Kamis, 11 September 2025 | 10:14 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

MANADOPOST.ID —Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan, membawa angin segar bagi masyarakat dan pelaku usaha karena optimisme Menkeu mengejar  pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen.

Dalam Rapat Kerja Menteri Keuangan dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (10/9),  Menkeu  Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku optimistis Indonesia bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi menuju 8% di era pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Menkeu  tidak hanya omon omon. Menkeu  menilai, fondasi ekonomi yang resilient di tengah gejolak global menjadi modal penting untuk mendorong laju pertumbuhan ke level yang lebih tinggi.

"Perekonomian Indonesia tetap resilient, terefleksi pada ekonomi triwulan II 2025 yang tumbuh sebesar 5,12% year on year, utamanya ditopang oleh masih kuatnya konsumsi rumah tangga, meningkatnya investasi dan terjaganya kinerja ekspor-impor," kata Purbaya.

Di sisi lain, sektor kontributor utama bagi perekonomian, yaitu manufaktur tumbuh kuat, didukung hasil dari realisasi yang memberikan nilai tambah lebih besar di samping permintaan domestik yang masih tinggi.

"Pertumbuhan ekonomi yang resilient ini menjadi modal untuk mendorong agar pertumbuhan ekonomi ke depan dapat tumbuh lebih tinggi dan menuju 8% dalam jangka menengah," jelasnya.

Menkeu mendapat tantangan besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai angka 8 persen per tahun. Jika ini tercapai, Menkeu jamin rakyat Indonesia akan maju dan sejahtera seperti visi Presiden Prabowo Subianto. 

Menurut Menkeu, rakyat akan sibuk dengan kerja dan menikmati perputaran ekonomi yang kencang.  Sehingga tidak ada waktu untuk demo demo. Apalagi melakukan tindakan anarkis. Karena rakyat sejahtera. Rakyat punya daya beli yang kuat. Pengangguran dan kemiskinan juga akan turun. 

Target ambisius ini tentu saja  hanya bisa dicapai melalui transformasi ekonomi yang menyeluruh, bukan sekadar kebijakan jangka pendek.

Dalam kajian strategis terbaru, tercatat bahwa Indonesia memerlukan reformasi struktural yang mendalam, stabilitas politik dan makroekonomi yang konsisten, serta kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas.

Berikut 10 strategi utama yang dinilai krusial dalam upaya mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi:
1. Meningkatkan Investasi Asing Langsung (FDI)
Pemerintah didorong untuk terus menyederhanakan regulasi melalui penguatan UU Cipta Kerja dan menjamin kepastian hukum bagi investor. Kawasan industri terpadu serta pemerataan investasi di luar Jawa menjadi fokus utama.

2. Hilirisasi dan Transformasi Industri
Tidak hanya berhenti pada nikel, hilirisasi juga perlu diperluas ke komoditas lain seperti bauksit, tembaga, CPO, batu bara, dan karet. Pembangunan industri manufaktur berbasis teknologi tinggi dan efisiensi rantai pasok domestik dinilai sangat penting.

3. Revolusi Sumber Daya Manusia
Peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan STEM, pelatihan digital, serta reformasi sistem pendidikan akan menjadi kunci dalam mencetak tenaga kerja yang produktif dan inovatif.

4. Reformasi Birokrasi dan Digitalisasi Pemerintahan
Digitalisasi layanan publik, pemberantasan korupsi, insentif kinerja bagi ASN, dan pemanfaatan big data menjadi fokus dalam menciptakan pemerintahan yang efisien dan responsif.

5. Infrastruktur Berkelanjutan
Prioritas diarahkan pada konektivitas nasional, transisi energi terbarukan, infrastruktur digital seperti 5G dan pusat data, hingga pengembangan infrastruktur hijau.

6. Penguatan UMKM dan Ekonomi Digital
UMKM diharapkan naik kelas melalui akses pembiayaan, digitalisasi, serta integrasi ke rantai pasok industri besar. Ekonomi kreatif berbasis anak muda juga menjadi pendorong pertumbuhan baru.

7. Ketahanan Pangan dan Pertanian Modern
Dengan modernisasi pertanian (smart farming), pembangunan infrastruktur irigasi, dan pengurangan ketergantungan impor pangan, sektor pertanian ditargetkan menjadi sektor strategis yang berkontribusi signifikan pada PDB.

8. Reformasi Fiskal dan Perluasan Basis Pajak
Peningkatan tax ratio dilakukan secara bertahap dan adil. Belanja negara diarahkan pada proyek-proyek jangka panjang yang produktif, bukan subsidi yang salah sasaran.

9. Diplomasi Ekonomi dan Ekspor
Diversifikasi pasar ekspor ke Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Timur serta penguatan perjanjian dagang internasional (FTA, CEPA, RCEP) menjadi kunci ekspansi pasar global Indonesia.

10. Stabilitas Politik dan Kepastian Kebijakan
Kesinambungan kebijakan ekonomi antar pemerintahan dan iklim demokrasi yang stabil menjadi fondasi dalam menarik investor dan menjaga kepercayaan pasar. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#Purbaya #pertumbuhan ekonomi #menteri keuangan