Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Anggota DPR RI PDIP Dolfie Othniel Frederic Palit Kritik Tajam Menkeu Purbaya soal Rp200 Triliun di Himbara: Rakyat Menanggung Akibat

Grand Regar • Jumat, 19 September 2025 | 08:29 WIB

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit
MANADOPOST.ID-Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menyuntik dana Rp200 Triliun ke perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), mendapat kritik tajam dari Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit.

Menurut Dolfie Othniel Frederic Palit penempatan Rp200 Triliun ke Himbara berlangsung di tengah tingginya kredit menganggur (undisbursed loan) sekitar Rp2.304 triliun per Juni 2025.

"Berapa sebenarnya kredit nganggur di perbankan? Menurut data Juni 2025 itu senilai Rp 2.304 triliun, ini benar atau enggak?" tanya Dolfie Othniel Frederic Palit, Rabu (17/9/2025).

Hal itu dikatakan Dolfie Othniel Frederic Palit saat rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia sempat konfirmasi data jumlah kredit nganggur tersebut dan dibenarkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.

"Betul? Nah artinya yang nganggur saja sudah Rp 2.000-an (triliun), tambah Rp 200 (triliun), kita nggak tahu nih untuk apa. Rp 2.000 triliun belum bisa dimaksimalkan, masuk lagi Rp 200 triliun, malah bikin beban," tambah Dolfie.

Politisi PDIP itu mendapat informasi bahwa dana pemerintah Rp200 triliun yang ditempatkan di bank itu berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL), yang menjadi bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“SAL berasal dari mana? Dari SBN, kita bayar bunga SBN, sementara bunga yang dikasihkan ke bank rendah, jadi tanggungan APBN akhirnya. Uang APBN uang rakyat, jadi rakyat juga yang menanggung akibat dari kebijakan ini," pungkas Dolfie Palit.

Diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sengaja membuat pusing para direktur utama (dirut) bank dengan menyimpan uang pemerintah Rp200 triliun dalam bentuk deposito.

"Mereka (dirut bank) kan orang-orang pintar. Cuma, selama ini malas karena bisa naruh di tempat yang aman. Enggak ngapain-ngapain, dapat spread cukup, untungnya gede. Jadi, mereka setiap Sabtu-Minggu main golf kali," tuturnya usai Rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9).

"Sekarang, dengan uang itu (Rp200 triliun) mereka berpikir. Harusnya market based ya. Mereka akan mencari proyek-proyek yang memberikan return paling tinggi dan yang paling aman dulu," sambung Purbaya soal penempatan duit negara tersebut.

"Karena demand dan supply tumbuh bersamaan, tanpa menimbulkan bahaya kepanasan, apa yang disebut demand pull inflation. Harusnya dengan inject seperti itu (guyuran Rp200 triliun), perekonomian akan berjalan," ucapnya optimistis.

"Saya paksa sistem bekerja dengan saya kasih bahan bakar, yang kalau mereka gak pakai, mereka harus bayar ke saya (bunga deposito). Jadi, ini sebetulnya prinsip dasar dari monetary policy. Yang saya sebut adalah demand pull inflation, artinya inflasi karena permintaan yang terlalu banyak," pungkas Purbaya.(gnr)

Editor : Grand Regar
#DPR RI #Purbaya #Purbaya Yudhi Sadewa #Dolfie Othniel Frederic Palit #PDIP #Rp200 triliun #menteri keuangan