Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ini Makna Mendalam Budaya dan Nilai Luhur Sulawesi Utara Dalam Pidato Gubernur Mayjen TNI (Pur) Yulius Selvanus SE di HUT ke-61 Provinsi

Tommy Waworundeng • Selasa, 23 September 2025 | 10:02 WIB

Ini Makna Mendalam Budaya dan Nilai Luhur Sulawesi Utara Dalam  Pidato Gubernur Mayjen TNI (Pur)  Yulius Selvanus  SE di HUT ke-61 Provinsi
Ini Makna Mendalam Budaya dan Nilai Luhur Sulawesi Utara Dalam Pidato Gubernur Mayjen TNI (Pur) Yulius Selvanus SE di HUT ke-61 Provinsi


MANADOPOST.ID-Pidato Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dalam peringatan HUT ke-61 Provinsi Sulut menjadi salah satu refleksi yang sarat makna budaya.

Di hadapan masyarakat “Bumi Nyiur Melambai”, Gubernur tidak hanya menyampaikan ucapan syukur dan apresiasi, tetapi juga mengangkat nilai-nilai luhur yang telah lama hidup di tanah ini: Si Tou Timou Tumou Tou, Mapalus, Malaluse, dan Moposan.

Kalimat tegas Gubernur bahwa Si Tou Timou Tumou Tou bukan sekadar slogan, melainkan “kompas moral” patut dicatat.

Filosofi Minahasa ini mengandung makna bahwa manusia sejati adalah yang memanusiakan orang lain.

Dengan menempatkan falsafah ini di tengah pidatonya, Gubernur mengingatkan bahwa arah pembangunan Sulut seharusnya tidak tercerabut dari akarnya, yakni kemanusiaan dan persaudaraan.

Puncak pidato Gubernur adalah ajakan untuk bergandengan tangan dalam semangat mapalus, malaluse, dan moposan.

Mapalus adalah gotong royong khas Minahasa, sistem kerja bersama yang lahir dari tradisi pertanian. Nilai ini mencerminkan solidaritas dan kebersamaan.

Juga bermakna saling menopang, mengingatkan bahwa dalam keberagaman masyarakat Sulut, yang kuat wajib menopang yang lemah.

Moposan berarti saling menghidupi. Lebih dari sekadar membantu, ia mengandung nilai berbagi kehidupan, sejalan dengan falsafah Si Tou Timou Tumou Tou.

Ketiga istilah ini saling melengkapi dan bisa disebut sebagai trilogi budaya Sulawesi Utara yang relevan hingga kini.

Pidato ini kuat dalam bahasa simbolik dan sentuhan budaya. Penyebutan petani dan nelayan menunjukkan kedekatan dengan rakyat kecil. Pidato Gubernur membumi. 

Sementara penghormatan kepada pemimpin Sulut lintas generasi menegaskan penghargaan terhadap sejarah dan penghormatan kepada pendahulu.

Secara kultural, pidato Gubernur Yulius Selvanus dapat dinilai berhasil karena mampu menghidupkan kembali roh budaya Sulawesi Utara.

Namun, keberhasilan sejati hanya akan terlihat bila nilai-nilai yang disebutkan itu benar-benar menjadi fondasi dalam tindakan nyata bukan hanya masyarakat, tetapi semua elemen yang ada di Bumi Nyiur Melambai ini.

Dengan demikian, Sulawesi Utara tidak sekadar merayakan ulang tahun, tetapi juga mempertegas identitasnya sebagai daerah yang maju, sejahtera, berkelanjutan, sekaligus berakar kuat pada budaya. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#Yulius Selvanus #Gubernur #Budaya #sulawesi utara #makna