MANADOPOST.ID - KREATIVITAS, kekompakan, hingga konsep terbaik sudah ditunjukkan para tim dance pendamping selama Honda DBL with Kopi Good Day 2025 North Sulawesi. Dan juga menampilkan karya terbaik mereka di panggung Azarine DBL Dance Competition 2025, demi memperebutkan gelar prestisius di ajang ini.
Setelah melewati proses penilaian yang panjang, dan berhasil mencuri perhatian juri maupun penonton. Akhirnya terpilih lima tim dance terbaik, best five predikat ini menjadi bukti atas kualitas penampilan mereka. Namun, perjalanan belum berhenti sampai di sini.
Kelima tim tersebut akan kembali tampil di Final Party DBL Manado 2025, pada Kamis, 25 September 2025, di Hall B GOR RW Monginsidi. Nantinya, akan dipilih kembali Best Three Azarine DBL Dance Competition 2025 North Sulawesi.
SMA Katolik Rex Mundi Manado
Q-Rex, julukan tim SMA Rex Mundi Manado punya dua konsep. Saat mendampingi tim putra mereka mengusung Spotlight dan untuk putri Be Your Self. Menceritakan tentang Setiap orang memiliki aura dan sinarnya masing-masing untuk menjadi seorang bintang dan spotlight. “Kita harus tetap yakin dan berani keluar dari zona nyaman, agar kita mampu menunjukkan ke semua orang bahwa kita itu spesial dan layak menjadi bintang dengan ciri khas masing-masing” ulas Carolina Weku kapten tim Q-Rex.
SMA Lokon Tomohon
NDS, punya konsep yang selaras dengan tema Azarine DBL Dance Competition 2025, ‘Shine Like A Star’. Konsep tari yang berani dan inspiratif yang memadukan kepercayaan diri, kekuatan, dan individualitas menjadi satu penampilan yang dinamis. “Konsep yang kami bawakan merayakan energi tak terhentikan dari para gadis yang tahu harga diri mereka dan tidak takut untuk menjadi pusat perhatian” kata Mikaila Birgitta Renwarin kapten tim.
SMA Kristen Eben Haezar Manado
Juara Dance Competition dua tahun beruntun ini mengusung konsep Shine Through the Shadows yang berhubungan dengan tema Azarine DBL Dance Competition 2025.
Konsep ini menggambarkan seseorang yang memiliki mimpi besar untuk bersinar layaknya bintang, tetapi rasa percaya dirinya sempat runtuh karena ejekan yang diterima mengenai penampilan fisiknya.
“Namun, berkat adanya Azarine sebagai simbol dukungan dan kekuatan, ia berhasil bangkit dari keterpurukan dan kembali percaya diri. Perjalanan ini diwujudkan melalui tiga tokoh utama yang mewakili perjalanan seorang Bintang” kata Felicity Welong kapten tim.
SMAN 1 Manado
Smansa Dance, mengusung konsep Azarine Glow fest yang menggambarkan tentang acara pertunjukan yang merayakan cahaya, energi, dan rasa percaya diri. Panggung dibuka oleh 10 dancer sebagai kilau kolektif yang memancarkan energi, kebersamaan, dan aura yang segar.
Suasana ini semakin bertambah meriah ketika kedua ikon Azarine glow fest muncul dengan karakter dan pesan-pesan yang berbeda. Keduanya hadir bukan untuk bersaing, melainkan untuk saling melengkapi. “Pada akhirnya pertunjukan di tutup dengan penampilan yang sangat luar biasa dari semua penari dan mengajak semua orang untuk merayakan cahaya dan percaya diri dalam Azarine Glow Fest” ulas Jezaniah Princessa Erilca Rattu.
SMAN 9 Manado
Namun di lain sisi ada dorongan yang seakan membuat dia kuat dan bangkit dari semua keadaan yang ada, sehingga dia terdorong menjadi orang yang bisa menghadapi semuanya dan bersinar seperti bintang.
Juri Azarine DBL Dance Competition 2025 North Sulawesi, Jein Muce kesulitan menentukan lima besar. Karena, nilainya beda-beda tipis. “Saya sempat kesulitan untuk menentukan siapa yang layak. Namun, setelah mencermati lagi, akhirnya bisa memilih yang terbaik,” ungkapnya. (*)